212

Prabowo Islami?

Ilustrasi

*) Ini kalau pakai ukuran-ukuran mereka ya, saya sendiri tidak pernah pakai ukuran-ukuran seperti itu tentang Islami, saya pakai ukuran-ukuran Islami seperti: tidak korupsi, bersih, melayani kepentingan rakyat, motivasinya bukan karena ego pribadi, dsb.

Berita dibawah mungkin bisa sedikit menjelaskan bagaimana dan siapa-siapa saja narator cerita diatas.

Bedah Statemen Felix Siaw dalam Perspektif Ilmu Mantiq

Ilustrasi

Di video, Felix sedang berargumen dengan model semacam itu. Ia sedang meyakinkan pada publik bahwa hanya Felixlah satu satunya yg representatif berbicara mengenai Turki Utsmani di Indonesia (ingat, dia memakai redaksi "di Indonesia", bukan "dibanding Abu Janda"). Pdhl kita tak tahu kepakaran dia seperti apa dibanding ulama ulama kaliber Indonesia. Saya malah melihat, Felix ini mirip katak dalam tempurung.

Alasan Mengapa Tak Sembarangan Orang Boleh Bawa Ar Royya dan Al Liwa

Ilustrasi

Saat Abdullah bin Rawahah gugur, bendera diambil olehTsabit bin Arqam, itupun ia memanggil para sahabat untuk menentukan siapakah yang akan memegang bendera itu selanjutnya. Pilihan jatuh ke tangan Khalid bin Walid, yang akhirnya menjadi panglima yang membawa kemenangan bagi pasukan muslim dan memukul mundur pasukan Romawi.

Penyebab Pidato Reuni 212 Banyak Caci Maki

Ilustrasi

Kuswaidi berani berkomentar demikian setelah dirinya mengetahui salah satu tokoh saat berorasi mengeluarkan kata-kata kotor. ”Kata-kata dancok, matamu picek, kecebong hingga olok terhadap menteri agama dengan entengnya keluar dari para penceramahnya,” jelas Kuswaidi.

Memperingati Kemenangan Ahok

 

Orang2 yg membuang kotoran, ada yg dihanyutkan, ada yg dibungkus dan disimpan, tapi baunya tetap kemana2 krn kotoran busuk itu tdk bisa dijadikan pengharum ruangan, ruang rahmatan lilalamin itu telah pengap menerima bau tak sedap, kt yg masih diruangan menjadi pengap dan megap2, sayangnya penghasil kotoran malah merasakan bau yg sedap, hidungnya beda, krn hati sbg alat perasa moralnya sdh mati lama.

Sesat Pikir Pengikut 212

Ilustrasi

4. Mendukung Jokowi berarti membenarkan semua kerja nya? Jangan begitu! Saya udah bbrp kali mengkritik Pak Jokowi via status, namun tak dapat dicerna haters krn mereka terlanjur terisi dendam. Jadi, dianggap dan distempel oleh mereka saya fanatik ke Jokowi, hehe.. Lha, Islam aja mengajarkan agar TIDAK BOLEH FANATIK ke Islam, pake aqal kata ALLAH! Ketika kita fanatik ke Islam, maka kejarian2 spt Demo 212 dan reuni nya terjadi. Dan lari jauhhh dari petunjuk Islam.

Pages