Zumi Zola, Bukti Kegagalan Kaderisasi PAN

Ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

Akhirnya pangeran tam-PAN (Partai Amanat Nasional) ini harus menerima kenyataan pahit akan semakin lama mendekam di balik jeruji besi. Jaksa menuntut hukuman 8 tahun penjara. Dia juga dituntut pencabutan hak politik selama 5 tahun. Provokator kebencian rakyat Jambi terhadap Ahok ini harus pasrah melupakan mimpinya akan dikenang sebagai Gubernur Jambi termuda yang sukses. Dia hanya akan terprasasti dalam sejarah sebagai seorang Koruptor yang kelaparan menghisap uang negara untuk kepentingan pribadi dan partainya. Dan ironisnya insyaallah dia akan mendekam di penjara lebih lama dibandingkan Ahok orang yang pernah dijatuhkannya.

Akhir riwayat karier politik Zumi Zola telah menunjukkan dengan jelas bahwa PAN partai besutan Amien Rais telah gagal total menciptakan kader yang bersih dan berkarakter. Zumi Zola, Zainudin Hasan (adik Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan), Taufik Kurniawan (mantan Wakil Ketua DPR) dan banyak kader lain dari PAN yang terjerat kasus korupsi telah membuktikan bangkrutnya mental dan nasionalisme sebagian kader PAN.

Politik dinasti di PAN juga sangat luar biasa kentara. Lihat, anak-anak Amien Rais dengan kapasitas pas-pasan saat ini menjadi anggota DPR dan memegang kendali kunci di PAN. Si Koruptor Zainudin Hasan (eks Bupati Lampung Selatan) yang berambut ala Elvis Presley itu juga adik kandung Ketua Umum PAN yang sekarang Zulkifli Hasan. Ada lagi adik kandung Zulkifli Hasan yang menjabat Walikota Bengkulu yaitu Helmi Hasan yang menjadi walikota karena diusung PAN. Sedangkan Zumi Zola sendiri juga anak kandung dedengkot PAN provinsi Jambi Zulkifli Nurdin yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jambi 2 periode.

PAN dengan terang benderang menunjukkan kepada publik bahwa pengelolaan partai bisa berjalan beriring dengan kepentingan melanggengkan dinasti keluarga. Dengan fenomena seperti itu, lalu apa yang harus dibanggakan oleh Amien Rais ? Dia terbukti telah gagal dalam meletakkan dasar-dasar pengelolaan partai secara profesional. Sedangkan Amien Rais sendiripun juga tidak bersih-bersih amat. Dia pernah terindikasi menerima aliran hasil korupsi Alkes Rp 600 Juta. Tapi entah kenapa dia masih bisa lolos dari jeratan hukum, padahal dia sendiri sudah mengakui telah menikmati uang haram tersebut.

Dari peristiwa dan drama yang dialami oleh para politikus di PAN, dapat dimaklumi kalau partai ini tidak pernah menjadi partai yang besar. Dari berbagai hasil Pemilu, PAN hanya masuk di kategori partai menengah bawah. Kalah jauh dibandingkan Partai Demokrat, Nasdem atau PKB. Mungkin para elite partai PAN merasa dengan sifat GLORIFIKASI yang dimiliki oleh Amien Rais dapat mendongkrak perolehan suara. Ternyata hasilnya tetap jeblok di setiap Pemilu, jauh dari harapan.

Zumi Zola dkk yang saat ini sedang dag did dug menunggu vonis hakim telah menjadi contoh nyata bahwa berpolitik itu bukan sekedar mengandalkan wajah ganteng atau mempunyai ayah atau kakak yang memegang kendali partai. Tapi menjadi politikus yang baik selain punya skill, etika dan karakter juga harus bermodalkan kejujuran, bersih dan berhati yang baik. Dan kriteria ini yang sama sekali tidak dimiliki oleh mereka.

Hidup ini adalah pilihan. Pilihan mereka mengikuti sabda Amien Rais. Dan ini yang terjadi. Alhamdulillah saya termasuk dari puluhan juta orang Indonesia yang tidak pernah percaya dengan sosok seorang Amien Rais. Rekam jejak sejarah telah membuktikan dia seorang sosok yang culas dan tidak punya komitmen. Megawati Soekarnoputri dan Gus Dur adalah contoh orang-orang yang telah menjadi korban politik dari seorang Amien Rais.

Di sisi lain Amien Rais juga tidak pernah punya jabatan bergengsi di negara ini selain Ketua MPR RI. Pernah jadi Capres 2004 tapi gagal total. Pada Pilpres 2019 dia juga sempat mengajukan diri jadi Capres tapi tidak ada partai yang tertarik untuk mengusungnya. Hal ini membuktikan dengan jelas bahwa sosok Amien Rais mempunyai tingkat elektoral yang sangat rendah.

Untuk Pileg dan Pilpres 2019 saya meyakini bahwa masyarakat Indonesia sudah cerdas untuk menentukan pilihan. Saya sendiri sudah menentukan pilihan tidak akan memilih PAN dan hal-hal yang terkait dengannya. Bagaimana dengan ANDA ?

Salam SATU Indonesia,

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Friday, November 9, 2018 - 17:00
Kategori Rubrik: