Zulkarnain Berulah, MUI Gerah

ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

BUKAN Tengku Zulkarnain kalau tidak membuat ulah. Dengan segala penghormatan saya terhadap Ulama dan Ustadz, saya tidak akan pernah sudi menyebut orang yang saat ini menjabat Wakil Sekjen MUI ini sebagai ustadz atau ulama. Karena tingkah laku dan ujaran dari Zulkarnain jauh dari level orang terhormat yang layak dipanggil ustadz apalagi ulama.

Keberpihakan nyata Zulkarnain terhadap Paslon Capres-Cawapres 02 telah membuat orang ini membabi-buta mencela apa saja yang dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi. Segala cara dilakukan. Bahkan membuat fitnah dan hoax pun dengan gegap gempita dia lakukan. Dan perbuatan ini telah dilakukan oleh Zulkarnain berulang-ulang. Meskipun sering salah data bahkan salah mengutip ayat suci Al-Quran pun tidak membuat orang ini insyaf bertobat atau memperbaiki kelakuannya.

Kasus terakhir adalah fitnah yang dilakukan oleh Zulkarnain terhadap Jokowi. Dia katakan dalam video yang sempat viral, bahwa kalau Jokowi menang, Pemerintah akan melegalkan perzinahan. Ini fitnah paling biadab setara dengan apa yang telah dilakukan oleh kelompok emak-emak di Karawang dan Sulawesi Selatan baru-baru ini. Modus operandi mereka seragam. Memfitnah Jokowi kemudian mengarahkan orang untuk memilih Prabowo.

Meskipun Zulkarnain sudah meminta maaf, tapi permintaan maafnya terkesan tidak dilakukan dengan ikhlas, karena tidak ada permintaan maaf khusus kepada Jokowi yang telah difitnahnya. Permintaan maaf basa-basi ala Zulkarnain hampir tidak ada manfaatnya. Karena terlanjur menciptakan kerusakan informasi di masyarakat. Dan ceramah sesat Zulkarnain ini juga telah dipercaya oleh sebagian masyarakat yang mendukung Prabowo yang memang haus dan hobby mengunyah fitnah dan informasi sesat. Ceramah ngawur Zulkarnain juga terlanjur dijadikan referensi oleh Supriyanto, seorang penceramah agama di Banyuwangi.

Pertanyaannya mengapa Supriyanto yang hanya mengutip ceramah sesat Zulkarnain dicokok dan kemudian diperiksa oleh Polisi tapi biang keroknya yaitu Zulkarnain dibiarkan bebas melenggang ? Ini logika sederhana ini yang harus dijawab oleh pihak kepolisian.

Sedikit ada hiburan buat rakyat waras, bahwa ada pernyataan dari Pimpinan MUI Pusat yang menyesalkan dan merasa gerah dengan kelakuan lacung Zulkarnain. Tapi bagi saya menyesalkan dan merasa gerah saja tidak cukup. Pimpinan MUI harus berani tegas menindak Zulkarnain dengan MEMECATNYA secara permanen sebagai Wakil Sekjen MUI Pusat. Kalau hanya diberikan peringatan saja, saya yakin orang seperti Zulkarnain ini akan merusak kewibawaan dan kehormatan institusi MUI. Dan akibatnya kepercayaan masyarakat terhadap MUI akan melorot tajam.

Kita harus berani melawan dengan keras orang-orang yang dengan sengaja menyalah- gunakan mimbar suci masjid untuk menyebarkan kebohongan dan kejahatan kemanusiaan. Orang-orang seperti Zulkarnain, Supriyanto, Neno Warisman dan Amien Rais dalam ujarannya acap kali secara nyata merendahkan kemuliaan agama Islam. Karena mereka dengan sengaja telah mempergunakan dalih agama untuk kepentingan politik pragmatis hanya demi nafsu serakah merebut kekuasaan negara.

Saya haqul yakin tidak ada kepentingan rakyat dalam agenda mereka. Mereka hanya peduli dengan kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok mereka saja. Dan sudah pasti mereka pun juga tidak akan pernah peduli dengan kerusakan sosial sebagai akibat perbuatan mereka. Ini sebuah tragedi kemanusiaan yang mengenaskan. Dan celakanya orang-orang setipikal Zulkarnain ini kompak "ngariung" bergerombol di kubu lawan Jokowi.

So, relakah kita negara ini akan dikelola oleh kelompok seperti mereka ?

Salam SATU Indonesia,
Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Thursday, March 14, 2019 - 07:45
Kategori Rubrik: