Zonasi PPDB Akan Ratakan Kualitas Pendidikan

ilustrasi

Oleh : Dahayu

Tadi pagi belanja di bulik sayur, pertemuan pertama setelah dia pulkam 1.5 bulan.

Setelah maap2an, kami ngobrol mengenai pendidikan anak2. Dia bilang anaknya tahun ini masuk SMP. Nilai UN nya cuma 22. Sedang 2 sekolah negeri yg dekat rumahnya favorit semua. (Jangan bilang anaknya bulik bodoh ya, anakmu kalo nggak les juga belum tentu pinter). 
Dia belum tahu soal kebijakan zonasi. Dan dia curhat, bingung mau nyekolahin anaknya. Kalo jauh ya ongkos angkotnya mahal. Aku kasih tau soal zonasi, dan wajahnya terlihat ngeri. Dia bilang " Apa orangtua2 murid yg anak2nya pinter2 bisa terima tuh, mbak?"

----

Mendengar kisah bulik sayur ini aku semakin mendukung sistem zonasi ini. Bagi orang tua yg yakin anak2nya memang pinter, kupikir paham, bahwa anak2 pinter akan tetap pinter dimanapun berada. Kalo yg pinter2nya dari les dan ga terima dg sistem zonasi, silahkan masuk swasta. Kan banyak duit. Bayar les aja kuat, kok.

Anakku termasuk yg mana? Jangan sampe aku jadi Jarkoni. Jujur ya, dia jadi generasi pertama sistem ini. Dia masuk SMP tahun lalu. KK kami Salatiga, tapi dia harus sekolah di Balikpapan karena ngikut orang tua. Seandainya tetap sekolah di Salatiga, jujur saja karena masih generasi pertama (dan kebetulan sekolah negeri di dekat rumah bukan favorit), Kekhawatiran itu ada. Aku memikirkan sekolah swasta. Bukan berarti aku kaya, tapi kupikir aku kuat ngelesin dia jadi dana buat les bisa dialihkan untuk bayar sekolah swasta.

Tapi ternyata kondisi mengharuskan dia pindah, aku tetep ngejar SMP negeri favorit dan ada jatah kuota 6 untuk anak2 zona luar. Alhamdulillah dia bisa masuk. Seandainya tidak, aku ya memikirkan sekolah swasta. Tapi kupikir nantinya kalo sistem ini sudah berjalan, kekhwatiran2 itu akan hilang dengan sendirinya. Anak2 jadi malas belajar krn merasa tak ada persaingan itu kupikir tak beralasan. Kl memang mereka pinter bisa menginspirasi sekitarnya. Kepintarannya lebih bermanfaat.

SD sampai SMA itu masih pendidikan dasar kalo menurutku. Jadi sekolah punya pemerintah harus dibuat se-berkeadilan sosial mungkin.

Jal, nek kasuse kayak bulik sayur itu gimana, kasian pak Jokowi dong, kelak diakherat ditanya malaikat mengenai tanggung jawab beliau sebagai pemimpin. Dan orang2 seperti bulik bisa menuntutnya

Sumber : Status Facebook Dahayu

Monday, June 24, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: