Zodiac Baru

ilustrasi

Oleh : Uster B Kadrisson

Pada tahun 2016, badan antariksa Amerika NASA mengumumkan kalau rasi-rasi bintang di langit ternyata telah berubah letaknya, sedikit bergeser dan tidak lagi tepat seperti yang diperkirakan. Hal ini bisa terjadi karena berdasarkan pergerakan sumbu bumi yang berubah sedikit demi sedikit setiap tahunan. Sehingga letak bintang di langit yang dilihat sekarang tidak lagi sama dengan yang dipandang oleh mata sekitar ribuan tahun yang silam. Untuk itu NASA memperkenalkan sebuah konstelasi bintang baru untuk dimasukkan ke dalam daftar zodiac dan menggeser semua hari-hari horoscope ke arah kanan.

Zodiac baru ini berdasarkan konstelasi bintang yang disebut Opiuchus dan diletakkan di antara Scorpio dan Sagitarius, berkisar antara akhir November hingga Desember pertengahan. Dengan gambaran imaginary seseorang yang sedang memegang seekor ular yang sangat besar dengan kedua belah tangan. Opiuchus sendiri dalam legenda Yunani kuno adalah nama lain dari Asclepius, anak dari Apollo dan merupakan dewa obat-obatan. Ular adalah simbol yang sering dikaitkan dengan dirinya sehingga sampai sekarang tongkat yang dipakainya digunakan sebagai tanda dunia kesehatan.*)

Coronis, ibu dari Asclepius sebenarnya telah bertunangan dengan Ischys seorang pangeran dari Thesally, sebuah daerah di daratan Yunani. Tetapi Apollo kemudian menjadikannya dia seorang pacar dan melarang untuk bertemu dengan sang mantan idaman hati. Suatu hari Coronis berserobok dengan Ischys dan terjadilah apa yang dikenal dengan cinta lama bersemi kembali. Seekor burung gagak melaporkan kepada Apollo, tetapi malang dia ketiban sial, bulunya terbakar pancaran api kemarahan dari mata Apollo sehingga menghitam seluruh bulu yang tadinya berwarna putih.

Apollo bermaksud membunuh Ischys dengan sebuah panah yang dilayangkan yang seharusnya tepat menuju sasaran. Tetapi pada saat detik-detik terakhir, Coronis menyerah pasrah dan membiarkan dirinya yang menjadi umpan. Sebelum meninggal dia mengatakan kepada Apollo kalau dia tengah mengandung anaknya dan sebenarnya tidak ada kejadian apa-apa dengan sang mantan. Apollo merasa menyesal karena telah termakan api cemburu sehingga melakukan operasi caesar untuk menyelamatkan anak yang ada di dalam kandungan.

Asclepius tumbuh menjadi seorang pemuda yang gemar memperhatikan dan mengadakan uji coba terhadap berbagai tanaman untuk digunakan di dalam pengobatan. Di bawah bimbingan centaurus Chiron dia menjadi murid yang pintar dan bisa menghidupkan orang yang seharusnya sudah dinyatakan tewas dan hilang dari peredaran. Hades dewa kematian menjadi kesal karena seolah-olah dia sedang dipermainkan dan menjadi bulan-bulanan. Atas usulnya, Zeus kemudian membunuh Asclepius untuk menjaga balance kehidupan, tetapi kemudian menempatkannya di langit malam sebagai konstelasi bintang-bintang.

Sebenarnya konstelasi Opiuchus ini bukanlah sesuatu yang baru, sudah lama diketahui dan merupakan salah satu dari 48 konstelasi bintang yang sudah dikenal sejak abad kedua. Claudius Ptolemy yang memperkenalkannya, merupakan seorang ahli matematika dan astronomer ternama yang hidup di Mesir di kota Alexandria. Catatan tentang western astrology atau tropical zodiac seperti yang dipakai sekarang bisa dirunut kembali ke abad 17 SM di jaman Babylonia. Dari sana kemudian menyebar ke peradaban Yunani dan Romawi Kuno hingga ke bagian barat seluruh benua Eropah.

Ilmu astrology memang harus dibedakan dengan astronomy karena astrology dianggap sebagai pseudoscience atau ilmu pengetahuan yang palsu. Karena tidak ada catatan empirik yang bisa dibuatkan menjadi data sebagai barang bukti yang bisa dijadikan bentuk baku. Walaupun demikian masih banyak orang-orang yang mempercayai kalau pergerakan benda-benda di alam raya bisa mempengaruhi keberuntungan dan tingkah laku. John Dee merupakan astrologer kepercayaan Ratu Elizabeth I dan kabarnya Nancy Reagan selalu meminta laporan horoscope harian sebelum presiden Ronald Reagan memulai hari baru.

Sekitar lebih dari 3000 tahun yang silam kaum Babylonian adalah yang pertama yang mulai memperkenalkan 12 rasi bintang yang seperti kita kenal sekarang. Untuk menjelaskan segala macam perubahan yang terjadi, mereka menggunakan posisi benda-benda cosmic, seperti matahari, bulan dan bintang. Sering sekali dihubung-hubungkan antara waktu kelahiran dengan sifat yang dimiliki oleh seseorang. Juga untuk meramal dan melihat peruntungan di masa depan serta mencari tanggal yang baik untuk mengadakan perayaan atau pernikahan.

Menurut ahli astronomy, tropical zodiac yang mengikuti pembagian tanggal seperti yang biasa kita kenal, adalah sangat tepat pada tahun 786 Sebelum Masehi. Tetapi mereka tidak memperhitungkan kalau setiap 72 tahun, terjadi perubahan satu derajat dari kecondongan axis kutub bumi. Sehingga penanggalan zodiac yang sekarang sudah tidak tepat lagi pada posisinya dan harus dikoreksi. Dengan membuat berbagai perubahan sehingga harus menggeser semua penanggalan serta menyisipkan satu zodiac lagi.

Beberapa kebudayaan tertua di dunia mempunyai horoscope masing-masing seperti yang bisa ditemui pada bangsa India atau Maya. Bangsa China juga mempunyai zodiac sendiri yang terdiri dari berbagai jenis binatang sebagai lambangnya. Yang mengagumkan ternyata horoscope India atau Vedic yang ribuan tahun lebih awal dari Babylonia sudah menperkirakan penyimpangan ini dan mempunyai sistem pengkoreksi yang disebut ayanamsa. Sehingga kini dengan sistem yang baru, Pisces masuk ke jadwal Aries dan menjadi lebih panjang, sedangkan Scorpio hanya punya jatah satu minggu di akhir November, yang membuat Virgo harus menempati bekas yang ditinggalkan oleh Libra.

Tabik.

Sumber : Status Facebook B. Uster Kadrisson

Catatan :
Kata rasi diadopsi dari bahasa sanskrit India, rashi yang artinya zodiac.

*) Rod of Asclepius yang dililit oleh satu ekor ular sedikit berbeda dengan Caduceus yang mempunyai dua ular dengan sayap di ujungnya yang merupakan tongkat Hermes yang juga merupakan dewa penyembuhan. Kedua-duanya merupakan simbol dalam dunia kesehatan, WHO menggunakan Rod of Asclepius sebagai simbol sedang dunia kedokteran umumnya menggunakan Caduceus sebagai lambang.

 

Tuesday, May 26, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: