Zam Zam

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat,Lc.MA

Salah satu oleh-oleh haji umrah adalah air zam-zam. Hanya saja, ada pembatasan dalam membawanya ke tanah air.

Ada aturan yang melarang jamaah membawa air zamzam di dalam bagasi. Sehingga kadang ada yang sembunyi-sembunyi 'menyelundupkan' dengan cara dibungkus pakaian.

Saya sendiri tidak menganjurkan cara seperti itu. Sebab kalau pecah dalam koper, urusannya bisa runyam. Apalagi kalau kena razia yang semakin gencar, akan jadi hambatan tersendiri.

Lucunya beberapa kali pulang naik Saudia, justru bawa zam-zam ke kabin malah dibolehkan. Tidak terkena aturan di kabin tidak boleh bawa cairan. Asalkan pakai botol minuman, bukan pakai jerigen, bisa bawa beberapa botol. Alasannya untuk minum selama di perjalanan.

Namun cerita beberapa teman, ada yang dilarang bawa botol minuman. Pesawatnya apa, saya lupa tanya.

Resminya tiap jamaah haji atau umroh dapat jatah 5 liter, yang kita terima di bandara Jakarta. Saya kurang tahu bagaimana orang daerah bawa pulang zamzam, kalau masih harus terbang lagi. Masuk bagasi lagi atau dibawa di kabin.

Kalau dari Saudinya zamzam itu dibawa dalam bagasi khusus bukan di kabin, tapi beratnya tidak dihitung, maksudnya tidak diakumulasikan dengan berat bagasi kita.

Begitu kita ambil koper bagasi, maka tidak lama kemudian zam-zam kita juga nongol, tapi di bagian bagasi khusus di pojokan.

Kemasannya di dalam karton yang rapi. Di dalamnya berbentuk galon 5 literan. Sampai di rumah, dijadikan suguhan tamu. Satu orang dapat jatah satu teguk saja. Padahal di Mekkah kita bebas minum berapa pun banyaknya.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA
 
Wednesday, September 4, 2019 - 11:00
Kategori Rubrik: