Zakat Fitrah, Beras dan Uang

ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Sebenarnya tidak ada lagi keraguan soal boleh tidaknya zakat fitrah dari bahan makanan pokok dikonversi dengan uang (qimah: ).

Paling aman kalau zakat dengan uang mengikuti madzhab Hanafi, bukan hanya soal bolehnya tetapi juga harus satu paket dengan ketentuannya; jumlah besarannya yang dikeluarkan.

Misalnya jika zakat fitrah dalam madzhab Syafi'i hanya 2.75 kg dalam madzhab Hanafi 3.8 kg. Tidak boleh niat mengikuti madzhab Hanafi dalam zakat fitrah dengan uang tapi besaran yang dikeluarkan mengikuti madzhab Syafi'i, ini namanya talfiq, tidak sah ibadahnya.

Menurut madzhab Syafi'i tidak boleh mengeluarkan zakat dengan qimah (konversi) sedangkan menurut madzhab Hanafi jumlahnya kurang. Jadi kalau talfiq, zakat fitrahnya menurut kedua madzhab tidak sah.

Baru mendengar ada perdebatan dalam madzhab Syafi'i soal zakat dengan uang ini, katanya ada qaul mukharaj, hasil takhrij yang mengatakan dalam madzhab Syafi'i Zakat fitrah boleh dikonversi dengan uang. Kalau zakat mal atau zakat tijarah dengan konversi saya pernah baca qaul mukharajnya dari madzhab Syafi'i. Tapi zakat fitrah baru dengar.

Kalau yang mentakhrij Syeikh Ibn Hajar al-Haitami mungkin tidak ada masalah, persoalannya diwacanakan baru-baru ini. Secara pribadi saya setuju dalam madzhab Syafi'i boleh mengacu pada kasus serupa boleh dengan konversi seperti fidyah. Karena bagi orang dalam situasi tertentu zakat dengan bahan pokok menyulitkan. Apalagi saat pysical distance.

Tetapi kalau begitu kenapa ulama mutaakhirin dari Syafi'iyah tidak melakukan nya dari awal? Jadi menurut saya kalau mau zakat dengan uang ikuti saja madzhab Hanafi.

Hikmahnya madzhab Syafi'i lebih ringan dan mengamankan pangan fuqara masakin tapi agak sulit bagi sebagian orang ditempat tertentu karena harus dengan bahan makanan pokok, madzhab Hanafi lebih mudah dalam tata cara tapi nilai yang harus dikeluarkan lebih besar.

Saya kira ini sangat fair, masing-masing mempunyai hikmah sendiri. Besarnya jumlah yang harus dikeluarkan dalam madzhab Hanafi mencover fluktuasi harga bahan pokok, mungkin ia menerima zakat disatu daerah yang harga beras lebih murah, tapi karena harus bepergian dia pergi ke daerah yang harga beras lebih mahal misalnya.

Kalau mau zakat dengan uang lebih baik taqlid kepada madzhab Hanafi, jumlahnya menurut saya lebih realistis sekitar 50 ribu daripada, katakanlah ikut takhrij qaul madzhab Syafi'i yang hanya 35000. Tapi kembali lagi kepada kemampuan setiap orang, selisih 15000 bagi sebagian orang, apalagi harus menzakati beberapa orang sama dengan harapan hidup untuk beberapa hari kemudian.

Jadi pilihannya jelas ikut konversi madzhab Hanafi senilai 3.8 kg, atau hanya 2.75 kg mengikuti madzhab Syafi'i konsisten zakat fitrah dengan beras.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Sunday, May 17, 2020 - 14:00
Kategori Rubrik: