ZA dan Hukum yang Menimpanya

ilustrasi

Oleh : Aji Prasetyo

Membedah kontroversi pelajar 18 tahun yang membunuh begal di Gondanglegi Kabupaten Malang. Benarkah remaja itu sudah beristri? Benarkah sedari awal dia dan adik kelasnya ke kebun tebu untuk berbuat mesum? Mari kita cari jawabnya satu persatu.

Jawaban pertanyaan pertama: Memang benar. ZA dengan pacarnya pernah berbuat di luar batas hingga si pacar hamil. Sebagai konsekuensinya ZA akhirnya menikahi si pacar. Karena dia sudah kelas 3 SMA, sekolah memberi kebijakan untuk tetap mengijinkan dia melanjutkan sekolah hingga kelulusan.

Pertanyaan kedua, apakah di malam nahas itu ZA dan VN memang ingin berbuat mesum di kebun tebu? Nanti dulu. Itu kan pengakuan versi Mat, salah satu pelaku.

Di depan polisi Mat mengaku mendapati ZA dan VN sedang berbuat mesum di kebun tebu. Lantas Misnan dan Mat mengancam membawa mereka ke balai desa kecuali keduanya mau menyerahkan sejumlah uang. Tapi ZA ternyata membawa pisau dan berani melawan. Misnan tewas tertikam sedangkan Mat berhasil kabur.

Pengakuan Mat berbeda jauh dengan versi ZA dan VN. Mereka mengaku dicegat Misnan dan Mat di jalan, direbut kunci motornya lantas digiring ke tengah kebun tebu. Di sana Misnan dan Mat merampas uang dan handphone kedua remaja itu. Semakin parah ketika Misnan dan Mat ingin memperkosa VN di lokasi kejadian. Membuat ZA memutuskan melawan dengan pisau yang disimpan dalam jok motornya. Misnan tertusuk di dada dan kabur. Mat ketakutan dan kabur ke arah yang berbeda. Besoknya Misnan ditemukan tewas.

Di antara dua versi cerita ini, manakah yang benar? Menurut saya keduanya sama-sama logis. Tinggal kita cari data yang memperkuat salah satu kesaksian, entah versi Mat atau versi ZA dan VN.

Ada data yang menarik di website Pengadilan Negeri Kepanjen. Di sana dimuat keputusan pengadilan di bulan Desember terhadap M. Ali Wafa alias Mat, atas tindak pidana pembegalan yang dia lakukan bersama Misnan di bulan Agustus 2019. Nah lho!? Bagaimana ceritanya?

Pada 25 Agustus 2019 Misnan dan Mat menghentikan paksa dua orang yang tengah berboncengan melintasi kebun tebu di Gondanglegi. Kunci motornya disita dan korban dipaksa menuntun motornya menuju ke dalam kebun tebu. Di sana Misnan dan Mat merampas kedua HP korban dan minta uang 500 ribu rupiah. Jika tidak dituruti mereka mengancam akan memperkosa korban.

Kedua korban hanya bisa memberi 300 ribu. Karena dianggap kurang, Misnan dan Mat menyadera salah satu korban dan motornya, sementara satu korbannya lagi dipaksa untuk mencari kekurangan 200 ribu. 15 menit kemudian si korban kembali dan menyerahkan uang 200 ribu kepada para begal itu. Kedua korban pun akhirnya dilepas. Dari hasil perampokan itu Misnan dan Mat membaginya sama rata. Masing-masing mendapatkan sebuah HP dan uang 250 ribu.

Dilihat dari kasus di bulan Agustus itu, modus operandinya mirip sekali dengan apa yang dialami ZA dan VN sebulan setelahnya. Pelaku dan lokasinya sama. Bedanya, kali ini korbannya melawan. Misnan tewas tertusuk sedangkan Mat ditangkap sehari kemudian.

Mat akhirnya disidang atas perbuatan yang dia lakukan di bulan Agustus. Dan vonis bersalah dijatuhkan kepadanya di bulan Desember. Jika Misnan tidak tewas ditikam ZA di bulan September, tentu dia juga masuk penjara bersama Mat.

Dari situ saya simpulkan bahwa kesaksian ZA dan VN lebih bisa dipercaya karena cara beraksi Misnan dan Mat ternyata sama persis di setiap aksi mereka. Yaitu mencegat pengendara lewat, merampas kunci motor, menggiring korbannya ke tengah kebun tebu agar leluasa mengerjai mereka di sana.

Tapi kenapa sekarang ada pihak yang mengajak kita untuk lebih percaya cerita versi Mat? Apalagi sampai mempermasalahkan status pernikahan ZA.

Kepada siapapun yang selama ini berusaha memviralkan cerita versi Mat dan mempermasalahkan status pernikahan ZA, saya mau tanyakan ini:

Kalaupun ternyata ZA memang selingkuh sama VN (kita sama-sama tidak tahu soal itu), apa lantas kita mendukung para begal seperti Misnan dan Mat? Menurutmu ini negara hukum apa sinetron Azab, sih?

Sumber : Status Facebook Aji Prasetyo

Thursday, January 23, 2020 - 10:45
Kategori Rubrik: