Yuyun, Eno ..Di Mana Peran Orangtua dan Negara?

Oleh : Deni Supriyatno

Ngeri, miris sekaligus ngilu saat saya membaca, menyimak dan melihat rentetan peristiwa tidak bermoral itu yang ramai di beritakan media nasional. Kisah tragis gadis 14 tahun bernama Yuyun, yang “digilir” 14 pemuda hingga akhirnya meregang nyawa terjadi pada bulan april di Bengkulu. Minuman keras jadi penyebab kalapnya 14 pemuda melakukan aksi keji itu. Tak ayal kecaman datang bertubi – tubi dari khalayak umum kepada para pelaku. Sebaliknya, ribuan simpati menghampiri korban “Yuyun”. #nyalauntukYuyun menggema di jagat dunia maya. Seribu lilin pun di nyalakan untuk menghormati kisah memilukan ini. Belum lama kisah memilukan Yuyun terjadi, kisah yang tidak kalah biadab kembali terulang. Dadap, Tangerang di gemparkan oleh kasus kematian Eno, seorang karyawati sebuah pabrik di kawasan industri Dadap, Tangerang meregang nyawa di kamar mess nya sendiri. Kali ini video porno melatar belakangi kejadian cangkul maut. RAL yang tak lain adalah kekasih Eno menjadi dalang pembunuhan sadis itu. RAL gelap mata setelah ajakan berhubungan intimnya di tolak oleh Eno. Hingga akhirnya cangkul maut bersarang di tubuh Eno. Sebenarnya masih banyak lagi kisah tragis kaum hawa yang tidak atau belum terekspos oleh media.

Saya sangat sedih ketika mendapati ada degradasi moral pada diri anak – anak bangsa. Bayangkan, merekalah yang dalam 10 atau 20 tahun ke depan menerima tongkat estafet kepemimpinan negeri ini. Apakah sebegitu “absurd” masa depan Indonesia? Tentunya saya dan anda semua tidak ingin itu terjadi.

Lalu siapa yang salah?

Haruskah kita membabi buta menghukum pelaku yang mayoritas masih berusia belasan tahun. Bukankah mereka juga anak – anak dan adik – adik kita yang beranjak dewasa dengan segala kepolosannya? Atau kita harus mengkambing hitamkan Miras juga Video Porno yang telah menjadi sumber perbuatan keji ini. Mari sejenak kita berpikir bijak dengan sedikit menurunkan tensi kita. Betul, pelaku yang telah melakukannya. Dan memang benar, miras juga video porno yang melatar belakangi aksi nekat pelaku. Tetapi apakah seratus persen itu salah mereka? Tidak adakah andil kita(orang tua) dari serangkaian berita mengenaskan di atas? Atau bisa jadi ini justru salah kita para orang tua?

Besar, sangat besar peran kita sebagai orang tua atas apa yang telah dilakukan oleh anak – anak atau adik – adik kita diluaran sana. Bahkan sejatinya kita(orang tua)lah yang harus menjadi garda terdepan dalam memonitoring semua tingkah laku anak – anak kita. Filter yang jelas seperti jam pulang sekolah dan jam malam harus benar – benar di perhatikan. Monitoring juga bisa di lakukan dengan mengecek aktivitasnya di ponsel pribadinya atau akun medsosnya.

So, sudah sewajarnya kita sebagai orang tua untuk lebih pro-aktif kepada buah hati kita. Agar tumbuh kembang anak – anak kita berjalan pada koridor yang seharusnya. Dengan demikian generasi masa depan bangsa ini jelas dan terarah. Sehingga revolusi mental yang di dengungkan oleh Kabinet Kerja berhasil mencapai tujuan sesuai nawa cita. Karena generasi penuh karakterlah yang akan memimpin masa depan.** (ak)

Sumber : blogdetik

Sunday, May 22, 2016 - 06:30
Kategori Rubrik: