Yesus Tanpa Kristen

ilustrasi

Oleh : Sahat Siagian

Percakapan tentang "nocturnal emissions" sepanjang Sabtu dan Minggu kemarin melahirkan sebuah tulisan bagus dari teman lama saya, Sadhana Devi, seorang muslimah, di kolom komentar.

"Mungkinkah kita bicara tentang Yesus..., tanpa melibatkan kekristenan...? Mungkinkah kita mengikuti Yesus dan menimba kebajikan hidup dari ajaran-Nya..., tanpa harus menjadi orang beragama Kristen..., baik Protestan maupun Katolik...?"

Yesus dipercaya sebagai manusia utama di kalangan Kristen mau pun Islam. And yet keduanya bertikai terus selama 15 abad. Gak putus-putus dan bahkan melibatkan kekejaman maha ngeri.

Yesus adalah pribadi menarik, mengguncang pemahaman lama, mengilhami cinta di dada semua manusia. Tapi dia tak terengkuh oleh sebagian orang. Dia dibatasi tembok menjulang tinggi: kekristenan.

Orang Kristen seenaknya memperlakukan Yesus, menjadikan lelaki sederhana itu sebagai kepunyaan eksklusif, dan bahkan mengacung-acungkan Yesus sebagai pembeda antara aku dan kamu, kami dan mereka.

Kami sekelompok manusia beruntung karena memiliki Yesus.

Dan kepemilikan atas Yesus harus ditandai dengan baptisan, dengan hadir di gereja saban Minggu, dengan makan roti dan minum anggur, dengan pengucapan syahadat. Kalau tidak, kalian tidak boleh memiliki Yesus atau meneladani ajarannya.

Lebih sadistik lagi, Yesus tidak boleh sepenuhnya menjadi manusia. Yesus, yang dalam kredo dipercaya sebagai 100% manusia sekaligus 100% Allah, tidak boleh jadi manusia utuh. 100% manusia dimaknai bahwa dia 100% Allah-manusia. Dia bukan 100% manusia, kata teolog. Dia 100% Allah-manusia, atau 100% manusia-Allah.

Bukan hanya Yesus tidak menjadi manusia, Yesus juga lebih hebat daripada Batman, daripada Superman, daripada Aquaman, juga lebih sakti daripada Gundala Putera Petir.

Jadi, kalau Anda produser film, segeralah buru-buru bangun karakter seorang jagoan baru: Yesus. Kalau Spiderman bisa berlompatan dari satu gedung ke gedung lain, karakter Yesus ini mampu berlompatan dari satu danau ke danau lain. Tubuhnya tak mempan peluru. Dia bisa ngilang. Gak cuma berantem, dia bisa menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, dan membuat siapa pun penyembahnya jadi kaya gak-ketulungan.

Semua karakter DC mau pun Marvell cuma sekelas kotoran tikus di hadapan Yesus. Film Anda pasti meledak di pasar, membubuhkan rekor baru.

Yesus adalah tuan, bukan sahabat.
Dia majikan, bukan sesama buruh.
Dia penguasa, bukan rakyat yang berdemo menumbangkan kekuasaan.
Naik Garuda, Yesus gak bayar tiket, bahkan boleh bawa Ferrari dan Cadillac ke lambung pesawat secara terang-terangan.
Di setiap acara, Yesus selalu duduk di depan. Jatah buatnya disediakan dengan menolak seorang kakek renta masuk ke dalam gedung.

Yesus adalah kekuatan maha dahsyat, yang kepadanya seluruh kekuatan di jagad raya membungkuk takzim. Dia Tuhanku. Dia lebih hebat daripada Tuhan kalian. Yesus cuma satu-satunya Tuhan. Yang kalian sembah itu cucakrowo, bukan Tuhan.

Kalau kalian mau selamat, kalau mau menyembah Yesus, mari datang ke gereja, ikut katekisasi, lalu dibaptis. Gak begitu, kalian gak boleh nyebut-nyebut nama Yesus. Percuma kalian menyebut namanya, berdoa padanya, kalian gak bakal diaku. Doa kalian gak dijawab, karena kalian belum dibaptis.

Keselamatan dan jatah di surga berlaku hanya kalau kalian meninggalkan agama kalian yang sekarang.

Perayaan Natal Siagian seluruh dunia tahun 2019 berlangsung meriah dan dahsyat. Yesus diundang untuk memberi sambutan. Panitia berbaris di serambi gedung menantikan Yesus datang.

Dan benarlah. Tepat pk 18:50 sebuah mobil maha silau, dengan suara mesin tak-terdengar-di-telinga, tiba di depan gedung. Ketua panitia menyongsong dan membukakan pintu.

Yesus keluar dari dalam mobil. Sepatunya bermerk Aubercy, bertahtakan berlian. Dia mengenakan jas Diamond edition, karya Stuart Hughes dengan Richard Jewels. Jangan main-main, jas itu dibikin secara cermat, menghabiskan waktu 600 jam. Harganya? 12 milyar perak.

Yesus melayangkan pandangan ke sekeliling. Tersenyum menawan, melambaikan tangan, dia menyalam satu per satu orang-orang yang menyambutnya. Semakin dekat ke pintu gedung, teriakan semakin bergemuruh. Yesus menikmati itu semua dengan gerak bahu menawan. Ketampanannya berpendar.

Selangkah sebelum masuk ke gedung, seorang perempuan renta, kumal, berdaki, datang menghampir. Dia menjabat tangan Yesus.

"Bertobatlah kamu, Nak."

Yesus terganggu. Kepalanya mendongak, gusar.

"Mau apakah kamu daripadaku, Ibu. Saatku belum tiba."

Di luar gedung, seorang gadis berjilbab terdengar ribut berhadapan dengan beberapa anggota panitia.

"Saya mau masuk."

"Kamu sudah dibaptis?"

"Belum."

"Mau dibaptis?"

"Nggak."

"Kalau gitu, nyatakan dulu bahwa kamu menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatmu."

"Gak mau. Yesusku bukan Tuhan. Tapi dia sumber inspirasi dalam hidupku."

"Pulang kamu."

Sumber : Status Facebook Sahat Siagian

Monday, December 9, 2019 - 09:15
Kategori Rubrik: