Yang Tercerai Berai Karena Pilihan Politik

Oleh : Zaenal Maarif

Sungguh sebuah kengerian yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya, dulu kaum santri bersama para Habaib dalam satu barisan mengahadapi satu lawan yang jelas, yaitu faham wahhabiyyah yang menamakan dirinya salafi, tapi kini mereka sendiri tercerai berai dan masuk dalam jurang gelap lalu saling pukul dan melempar tai. Gara garanya cuma pilihan presiden lalu berlanjut ke perebutan kekuasaan yang lain, lalu terus berlanjut entah hingga kapan, sungguh sebuah kelucuan yang tak terperi, padahal mereka yang saling mencaci itu, jangankan mendapatkan bagian dari bagi bagi proyek? Dikenal saja tidak!!!

Apakah fenomena seperti ini adalah pintu pertama dimana Ummat Islam akan mengalami hal yang lebih mengerikan sebagaimana Sabda Sang Rasul?

ﻟﻴﺄﺗﻴﻦ ﻋﻠﻰ اﻟﻨﺎﺱ ﺯﻣﺎﻥ ﻻ ﻳﺴﻠﻢ ﻟﺬﻱ ﺩﻳﻦ ﺩﻳﻨﻪ ﺇﻻ ﻣﻦ ﻓﺮ ﺑﺪﻳﻨﻪ ﻣﻦ ﻗﺮﻳﺔ ﺇﻟﻰ ﻗﺮﻳﺔ ﻭﻣﻦ ﺷﺎﻫﻖ ﺇﻟﻰ ﺷﺎﻫﻖ ﻭﻣﻦ ﺟﺤﺮ ﺇﻟﻰ ﺟﺤﺮ ﻛﺎﻟﺜﻌﻠﺐ اﻟﺬﻱ ﻳﺮﻭﻍ» ﻗﺎﻟﻮا: ﻭﻣﺘﻰ ﺫاﻙ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ؟ ﻗﺎﻝ: ﺇﺫا ﻟﻢ ﺗﻨﻞ اﻟﻤﻌﻴﺸﺔ ﺇﻻ ﺑﻤﻌﺎﺻﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﺈﺫا ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ اﻟﺰﻣﺎﻥ ﺣﻠﺖ اﻟﻌﺰﻭﺑﺔ " ﻗﺎﻟﻮا: ﻭﻛﻴﻒ ﺫاﻙ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، ﻭﻗﺪ ﺃﻣﺮﺗﻨﺎ ﺑﺎﻟﺘﺰﻭﺝ؟ ﻗﺎﻝ: «ﻷﻧﻪ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ اﻟﺰﻣﺎﻥ ﻛﺎﻥ ﻫﻼﻙ اﻟﺮﺟﻞ ﻋﻠﻰ ﻳﺪﻱ ﺃﺑﻮﻳﻪ، ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ﺃﺑﻮاﻥ ﻓﻌﻠﻰ ﻳﺪﻱ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﻭﻭﻟﺪﻩ، ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ﺯﻭﺟﺔ ﻭﻻ ﻭﻟﺪ ﻓﻌﻠﻰ ﻳﺪﻱ ﻗﺮاﺑﺘﻪ» ﻗﺎﻟﻮا: ﻭﻛﻴﻒ ﺫاﻙ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ؟ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻳﻌﻴﺮﻭﻧﻪ ﺑﻀﻴﻖ اﻟﻤﻌﻴﺸﺔ ﻓﻴﺘﻜﻠﻒ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻄﻴﻖ ﺣﺘﻰ ﻳﻮﺭﺩﻩ ﻣﻮاﺭﺩ اﻟﻬﻠﻜﺔ

 

"Sungguh sekali akan datang atas Manusia sebuah zaman orang beragama tidak mampu menyelamatkan agamanya kecuali orang yang lari menyertakan agamanya dari desa ke desa, dan dari kemuliaan ke kemuliaan, dari tempat karantina ke karantina yang lain bagaikan musang yang clingukan (nggak tahu bahasa Indonesianya, artinya yang selalu menoleh ke kanan dan kiri karena takut ketahuan), berkata Sahabat, lalu kapan seperti itu wahai Rosululloh? Bersabda Sang Rasul: ketika sebuah mata pencaharian tidak bisa diperoleh kecuali dengan durhaka kepada Alloh, maka ketika demikian diperbolehkan menjomblow, kenapa seperti itu wahai Rasul, bukankah Engkau memerintahkan bersuami istri? Tanya Sahabat, Karena ketika zaman itu rusaknya seorang Laki laki itu berada ditangan kedua orang tuanya, jika tidak memiliki kedua orang tua, maka rusaknya berada ditangan istri dan anak anaknya, jika tidak memiliki istri dan anak, maka rusaknya ditangan kerabatnya, lalu bagaimana dengan itu Ya Rasul? Tanya Sahabat, Rasul Menjawab: mereka menelanjanginya dengan sempitnya mata pencahariaan, dan ia dipaksa dengan apa yang ia tidak mampu sehingga datanglah kepadanya sebuah kehancuran" Al Hadits Aw ka ma Qola Rosululloh صلى الله عليه وسلم.

Prediksi diatas sungguh menggambarkan sebuah suasana yang sangat menggelisahkan, seperti tidak ada satu tempat persembunyianpun yang dapat menyelamatkan seseorang dari berbagai macam fitnah, termasuk Medsos, bahkan medsos itulah blok terbesar munculnya fitnah itu, walaupun tidak sedikit yang timbul tenggelam mencoba mengibarkan kalimat dakwah disana.

أللهم سلمنا وسلم ديننا ودنيانا وسلم المسلمين من عموم البلايا

"Duh Alloh selamatkan kami selamatkan agama kami, selamatkan dunia kami dan selamatkan kaum muslimin dari merebaknya musibah"

Salam Mlungker ToniBoster

Sumber : facebook Zaenal Maarif

Wednesday, August 29, 2018 - 15:15
Kategori Rubrik: