Yang Pertama Kali Mengijinkan Miras Itu SBY, Bukan Jokowi

ilustrasi
Oleh : Ediez Eidelwiz
Produksi Bir & Wine sudah ada di Indonesia sebelum Jokowi jadi Presiden.
Orang yg MABOK AGAMA, menganut doktrin egois, bahwa peraturan negara harus sesuai kemauan dan keyakinannya. Padahal TAK ADA YG MEMAKSANYA minum miras.
Madzhab Hanafi menganggap mabuk²an itu haram, minum khamr tidak haram. Madzhab Syafi’i menganggap minum khamr itu haram, apalagi mabuk²an. Negara menghargai perbedaan itu.
Belum ada dlm kisah & sejarah, negara hancur akibat orang yg mabok alkohol, tetapi yg tlh terbukti secara nyata, banyak negara yg hancur akibat mabok agama.
APAKAH PAK JOKOWI YG MELEGALISASI MIRAS ?
Legalisasi investasi industri minuman beralkohol di NTT, Papua, Bali dan Sulut melalui Perpres no 10-2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, ditunggangi kepentingan politik.
Hal Ini 'di blow up' dimanfaatkan untuk menyerang Pemerintahan Jokowi. Khususnya Pak Jokowi.
Saya dalam hal ini tidak membahas tentang perijinan itu. Seandainya rakyat tidak setuju tidak masalah, asal melalui prosedur instrument Demokrasi yg ada.
Saya hanya heran kehebohan itu rada lebay, karena pabrik Bir dan Wine sudah berdiri sebelum Pemerintahan Jokowi.
Para Turis yg datang ke Indonesia juga sudah biasa minum Bir dan Wine di restoran. Kalangan masyarakat tertentu di Indonesia juga sudah biasa minum²an beralkohol sejak jaman Belanda.
Kenapa seolah baru dan hanya Pak Jokowi yg dituduh melegalkan miras?
Data² dibawah hanya hasil search saya di Google.
Semua orang bisa melakukannya sendiri.
#) Sejak jaman penjajahan Belanda sudah berdiri pabrik Bir di Indonesia yg sampai sekarang masih bertahan. Hampir semua masyarakat Indonesia mengenalnya.
#) Tahun 1929 sudah berdiri² bir di Medan NV. Nederlandsch Indishe Bier Brouwerijen. Tahun 1936 pindah ke Surabaya dg kepemilikan oleh Heinneken NV. Tahun 1967 dibawah PT. Multi Bintang Indonesia dg produknya Bir Bintang dan Greensand.
#) Tahun 1932 berdiri Archipel Brouwery Compagnie. Dikendalikan oleh Beck's Jerman. Kemudian berubah menjadi NV De Oranye Brouwery 1970 menjadi PT. Delta Djakarta. Produknya Anker/ Carlsberg / Shandy Dimana sampai saat ini. Pemda DKI masih menjadi salah satu pemegang sahamnya.
#) Tahun 1975 berdiri Bali Hai, yg produknya sdh di eksport ke 20.negara.
#) Di Bali ada 3 industri minuman Wine dg merek Sahabay, Bellissimo dan Hatten sejak tahun 90 an. Semua menggunakan hasil panen anggur lokal rakyat. Sebagian besar juga di eksport.
Data² diatas hanya ingin menunjukkan bahwa produksi Bir dan Wine sudah ada di Indonesia sebelum Jokowi jadi Presiden.
Bukankah minuman beralkohol selama ini sudah dijual di toko mart, mall, bar dan restoran tertentu? Sebelum Pak Jokowi jadi Presiden?
Jangan diplintir seolah Pak Jokowi lah yg memulai legalisasi Miras di Indonesia.
Hai para politisi dan haters, bermainlah dg elegant jangan memanipulasi informasi.
Sumber : Status Facebook Ediez Eidelweiz
Tuesday, March 2, 2021 - 10:15
Kategori Rubrik: