Yang Mau Adu Domba Jokowi dan NU, Gigit Jari

ilustrasi
Oleh : Yetti Agustien
Alhamdulillah, sekenario adu domba NU-Pemerintah akhirnya gagal. Lha wong kenyataannya elit pemerintahan sekarang banyak diisi warga nahdliyin dan NU cabang non muslim.
Kalau difikir mana yang lebih utama: Menyembuhkan masyarakat dari radikalisme atau membangun daerah via perpres miras?
Keputusan perpres miras mau tidak mau akan menempatkan NU dalam posisi serba salah. Zombie kadrun bangkit dari kubur dengan jargon,"Melawan legalisasi miras!"
Padahal bukannya dari dulu miras memang legal? Hanya penjualannya yang diatur sangat ketat. Toh kadrun pura-pura merem karena sepengajian.
Sayangnya kadrun lupa bahwa Jokowi menempatkan dirinya sebagai santri, bukan "pandhita ratu" seperti halnya Pak Harto yang ingin menguasai dunia Islam via pembentukan MUI.
Setidaknya menjaga marwah para Kyai NU lebih penting dibanding ngotot melanjutkan perpres investasi miras. Dan pada kenyataannya pemprov bisa menerima investor miras tanpa payung perpres tadi.
Dengan ditariknya perpres investasi miras, para Kyai bisa fokus pada perang deradikalisasi. Paham kan drun?
Sumber : Status Facebook Yetti Agustien
Wednesday, March 3, 2021 - 09:45
Kategori Rubrik: