Yang Mabok Agama Tidak Pernah Maju

ilustrasi
Oleh : Asrof Husin
Pada tgl 6 dan 9 Agustus 1945 Bom Atom dijatuhkan di Jepang, yaitu di Hirosima dan Nagasaki yang sedikitnya menewaskan 129.000. jiwa.
Enam hari setelah Bom Atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada Th 1945, yang menyebabkan Jepang menyerah tanpa syarat pada perang dunia II ( 1942-1945 ),
Kaisar Hirohito ( Bertakhta 1926-1989 ) berupaya membangun kembali bangsa yg sudah porak poranda itu, ia memerintahkan Menteri Pendidikannya untuk menghitung jumlah guru yg tinggal dan masih hidup, satu sumber menyebutkan bahwa jumlah guru yg tersisa di Jepang pd saat itu adalah sebanyak 45.000. orang. Sejak itu Kaisar Hirohito gerilya mendatangi para guru yg tinggal itu dan memberi perintah juga arahan. Rakyat Jepang sgt menjunjung titah dari Kaisar ini dan dilaksanakan dgn penuh komitmen dan konsekuen. Ada 5 perintah atau arahan yg harus dilaksanakan oleh para guru dan dipercaya dapat membangkitkan serta memajukan negara Jepang dengan mengutamakan dan memajukan pendidikan. Salah satu dari 5 perintah itu berbunyi :
" Saya kirimkan sebagian anda keluar negeri, pelajari dgn benar dan bawa pulang ke
Jepang ".
Dan tidak perlu waktu yg lama, pd th 1950 negara Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi yg pesat dan menempatkan Jepang sbg kekuatan ekonomi terbesar nomor 2 didunia dan kemudian Jepang menjadi raksasa industri, ekonomi dan tekhnologi.
Mengapa Jepang yg telah porak poranda itu dlm waktu yg singkat bisa menjadi sangat hebat dlm hal ekonomi, industri dan tekhnologi ? Itu semua karena sgt serius dlm pendidikan, pendidikan yg baik dan benar, kuncinya adalah disiplin ilmu, pendidikan yg baik dan benar.
Pendidikan SD di Jepang, kelas 1hingga 3 tujuannya bukanlah untuk menilai pengetahuan atau pembelajaran anak, tetapi untuk membangun perilaku yg baik dan untuk untuk mengembangkan karakter mereka. Pendidikan Dasar disekolah Jepang teryata dilandasi pada pentingnya " Moral ", moral menjadi fondasi yg ditanamkan secara sengaja pd anak2 di Jepang. Filosofi yg diajarkan adalah bagaimana menaklukan diri sendiri demi kepentingan yg lebih luas, anak2 diajarkan untuk memiliki harga diri, rasa malu dan jujur, mereka juga dididik untuk menghargai sistem nilai, bukan materi atau harta.
Negara Jepang bisa sangat maju karena masyarakatnya tidak mabok agama, Jepang bisa sgt maju karena ulet dan disiplin akan IPTEK.
Lalu bagaimana dgn negara kita Indonesia ?
Pendidikan kita, kita hitung sejak reformasi sajalah, 20 th kebih sejak reformasi sistem pendidikan kita sepertinya masih mencari formula yg tepat dan sampai sekarang tidak bisa tepat, belum lagi ditambah dgn mafia pendidikan. Dikita sebagian gurunya tidak berkualitas ( tidak digeneralisasi, sebagian masih baik dan bagus ), sebagian muridnya tdk disiplin, sebagian gurunya ( tdk digeneralisasi ) bukannya menjadi pendidik yg baik dan benar tetapi malah mengajarkan paham radikal, jadi jgn heran jika ada sekolah Osis berubah menjadi Rohis, diwajibkan pakai jilbab, jgn heran jika anak sekolah sudah banyak terpapar paham radikal, mereka bukannya sibuk disiplin ilmu tetapi sibukan agama, sibukan negara khilafah, dari SD sampai Perguruan Tinggi, dari guru sampai Dosen sudah terpapar paham radikal, jadi bagaimana negara mau maju ? Kunci negara maju adalah dipendidikan. Jika anak hangsa dan guru/dosennya sudah terpapar paham radikal maka mereka akan menjadi mabok, yang mabok agama tidak akan pernah maju, negara tidak akan pernah maju dan herhasil jika masyarakatnya banyak yg mabok agama.
Saking mabuk agama, gurunya dan kepala sekolahnya bukan berinovasi cerdas dlm mendidik murid2nya, tetapi sibuk membuat aturan siswa putri wajib pakai jilbab dan ini terjadi dibeberapa sekolah negeri, adalah sekolah negeri yg mana non muslim juga dipaksa wajib pakai jilbab, bukannya mutu guru dan pendidikan yg dimajukan tetapi malah sibukan jilbab, jadi wajar aja untuk di Asia Tenggara aja peringkat pendidikan di Indonesia nomor 5 setelah Singapura, Brunei, Malaysia dan Thailand. Hebat bukan.....!!!
Negara bisa maju kuncinya adalah di pendidikan anak bangsa, pendidikan dgn disiplin ilmu, pendidikan yg baik dan benar yg tdk terpapar paham radikal.
Masih optimis, masih banyak anak bangsa yg cerdas yg tdk terpapar paham radikal dan guru yg benar menjadi pendidik yg tidak terpapar paham radikal, tetapi jika tdk dibenahi sistem pendidikan kita, jika tdk dibenahi guru dan murid yg terpapar paham radikal, dibenahi dgn cepat dan tegas, memang tdk mudah dan diperlukan keseriusan. Pilihannya ada dua dibenahi dgn serius atau dibiarkan hancur, hancurnya pendidikan anak bangsa maka negara ini bisa hancur juga dan lebih lengkap lagi ditambah dgn mabok agama, percayalah yang mabok agama tidak akan pernah maju.
SALAM DAMAI.
ROF SIN.
Sumber : Status Facebook Asrof Husin
Tuesday, January 26, 2021 - 08:45
Kategori Rubrik: