Yang Kita Hadapi Adalah Kejahatan

ilustrasi

Oleh : Sulfas Erts Anto

Beberapa minggu saya memperhatikan isi Media Sosial yg berisi para pendukung 02.
Sy cermati pula aneka komentar mereka kepada tokoh yg pro 01.

Saya sempatkan mengikuti lebih dari 7 grup WA milik pendukung 02.

Sungguh, saya setuju dengan hasil pengamatan kawan2 yg menyimpulkan, bahwa saat ini yang terjadi bukanlah tentang persaingan dua kandidat presiden.
Bukan lagi kontestasi dua calon untuk dipilih dalam Pemilu yang demokratis. TIDAK.!!!

Sungguh, yang terjadi adalah "KEJAHATAN" yg menebar angkara murka.
Tak ada kedamaian.
Tak ada kesantunan.
Tak ada toleransi.
Mereka tak kenal kebaikan.

Doktrinnya:
Indonesia ini berada di WILAYAH PERANG (darul harbi).
Jadi, segala tipu daya dibolehkan.
Segala kebengisan dipersilakan.
Segala keculasan & kelicikan dibebaskan.
Segala fitnah dikemukakan.!!!

Jangan pernah mencoba memberi nasehat kepada mereka. Itu perbuatan sia-sia.----PERCUMA!!!
Jangan pernah memberi penjelasan tentang kebaikan & perlunya menjaga kesopanan. Itu sungguh percuma.

Logika mereka adalah "Logika Perang."
(pendukung'02)
Tidak ada belas kasihan.
Tidak ada tenggang rasa. 
Dalam perang, yg harus dilakukan adalah membuat kerusakan sebesar-besarnya di pihak musuh.
Dalam pikiran mereka,(02) bagaimana agar membuat kerugian sehancur-hancurnya pihak musuh. (01)

Menyerang, menyerbu & membunuh. Menghancurkan, melenyapkan & membinasakan. Membumihanguskan & meniadakan.(cita&tujuan pendukung 02)

Jangan coba-coba engkau (meng) -ingatkan pada Pancasila.(buat 02)
Jangan coba-coba mengajak bersaing sehat / saling menghargai.(buat 02) Hahahaa..!!!
Anda hanya akan ditertawakan. (memang!)

Mereka sudah mengisi benaknya dengan satu pemikiran:
Bahwa Jokowi harus dilenyapkan! (tujuan 02)
2019 harus ganti Presiden!!!(cita² 02)
Tidak ada kebaikan!!!

di sisi KH Ma'ruf Amin.
Kyai ini menurut mereka, adalah Penjual Agama yg memalukan. (judge 02)

Saya tidak tega menulis apa saja 
caci makian mereka kepada Jokowi maupun Kiai Ma'ruf Amin.
Cukup Anda ingat saja sejarah, bagaimana(02) kejinya gerombolan Khawarij yg menuding-nuding Sayyidina Ali Karramallahu wajhahu rodliyaallhu anhu.
Cukup engkau rasakan bagaimana ganasnya Ibnu Muljam membunuh menantu, keponakan, dan sahabat Rasulullah SAW itu.

Kekejian yg dilandasi Doktrin Agama,(02) dilandasi kebencian yg mengatasnamakan ajaran agama, tak akan bisa Anda pahami dengan teori-teori ilmu Psikologi:
Bayangkan saja, orang macam itu membantai Sayyidina Husein & keluarganya yg terdiri atas wanita & anak-anak.

Tak ada rasa kasihan, (para pendukung 02) tak ada rasa penyesalan.(02)
Tak ada rasa bersalah,(02) apalagi merasa dosa.(astagfirullah)

TIDAK ADA !

Mereka MERASA telah menggenggam kebenaran.seolah olah Merekalah pihak yang Paling MUTLAK BENAR.

Sedangkan Sayyidina Ali, Sayyidina Husein, atau dlm konteks sekarang adalah Jokowi, Kiai Ma'aruf Amin, adalah orang yg salah, buruk & nista.
Musuh agama. Musuh Islam.
Maka harus dihancurkan. 
Harus dihabisi atas nama Islam !.... 
Sekali lagi, Atas Nama Islam !!! ...

Bila mereka menang, maka leher Anda harus siap ditebas.
Kepala Anda harus siap digelindingkan.
Tubuh Anda akan dicabik-cabik atau digantung. 
Istri-istri Anda / saudara perempuan Anda akan diperkosa / dijadikan budak sex sesuka-suka.
Anak-anak Anda akan dilarang sekolah & dijadikan prajurit mereka / disuruh kerja paksa. (contoh:isis//suriah) apabila HTI bangkit di belakang 02----------

Ulama Anda, guru Anda, akan ditembak mati di majelis, atau dibom ketika ngimami shalat.
Atau diberondong senapan ketika khotbah.

Suriah sudah NYATA begitu keadaannya.
Target berikutnya adalah Indonesia !
CAMKAN SAHABATKU

Sumber : Status Facebook Sulfas Erts Anto

Sunday, February 24, 2019 - 11:30
Kategori Rubrik: