Yang Keras Beragama Biasanya Baru Belajar Agama

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat Lc MA

Mereka yang baru melek agama dan tumben mengaji biasanya suka pada galak banget. Bahkan para kiyai dan ulama yang ilmunya jauh di atas pun dimaki-maki habis. Digoblok-goblokin dituduh tidak sunnah.

Konyolnya, dakwah model begini malah disebarkan lewat masjid-masjid. Pengurus dan DKM mengaku tidak berdaya ketika ditekan kelompok itu.

Mau dakwah kok dilarang? Gitu alasannya.

Sama persis dengan tidak berdaya ketika zaman corona, ada saja jamaah yang ngotot mau berjaamah ke masjid. Mau shalat kok dilarang? Dasar PKI.

Kenapa suka pada galak?

Pertama, sejak belajar agama, guru yang mengajar sudah salah asuhan. Muridnya digalakin melulu. Hasilnya, jadilah murid-murid galak tidak ada jeluntrungannya.

Kedua, ilmunya sedikit banget, tekor dan krisis. Maka bawaannya semua orang salah melulu.

Ketiga, kalau nggak galak isi pengajiannya, jamaah tidur melulu. Ibarat musik, alirannya rock dan metal. Tema keseharian pun kudu teriak-teriak.

Keempat, kalau nggak galak, justru malah gak bunyi. Coba aja anak band metal yang baru bisa nyanyi satu dua lagu, suruh bawakan lagu slow, pasti fals dan gak ancur.

Jadi gedumbrang-gedukbrangnya itu efektif buat menutupi kelemahan. Aslinya gak bisa bermusik, maka berlindung di balik kerasnya suara musik.

Yang tidak paham musik, mungkin bisa tertipu. Kesannya keren dan hebat. Coba suruh bawakan Love of My Live-nya Queen pakai gitar petik, nah ketahuan bloonnya kan?

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Saturday, March 28, 2020 - 11:00
Kategori Rubrik: