Yang Ini Bukan Banjir Baswedan

ilustrasi

Oleh : Abdul Munib

Ketika banjir bandang jaman Nabi Nuh, Tuhan mengganti umat. Kata khalifah juga berkaitan dengan pergantian yang seperti ini. Walhasil literal dalam Al Baqarah ayat 30, khalifah adalah otoritasi Tuhan mengganti dengan yang berikutnya. Tak seperti Pilpres negara demokratis atau wasiat raja pada sebuah kerajaan, yang masih ada unsur ihtiari.

Maka umat yang menentang Nabi Nuh selama 950 tahun pun diganti, dengan yang sisa dalam perahunya. Bagi Tuhan kehilangan sebuah umat tak rugi juga tak untung karena Dia maha kaya. Perahu dan gelombang sebesar gunung memisahkan ikatan biologis anak dengan bapaknya : Nabi Nuh. Karena ia seorang putranya yang membangkang perintahNya. Lihat Surat Hud ayat 46 :

Allah berfirman "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan) nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.

Anak kandungnya sendiri bukan Ahli Nuh. Artinya bukan yang layak mendapat penyelamatan Tuhan. Tak termasuk dalam umat pengganti yang ditampung dalam perahu. Tuhan menggunakan ombak sebesar gunung untuk memisahkan antara hak dan batil. Meskipun kebenaran sisa satu perahu dialah yang menang. Bagi Tuhan yang terpenting itu anak ideologis, yang taat padaNya.

Kehendak Tuhan dengan banjir bandang juga terkait dengan doa Nabi Nuh yang selama ini terus diolok-olok bahkan dihina oleh kaumnya. Ia merasa telah dikalahkan dan perlu minta pertolongan. Senjata seorang nabi adalah do'a.
Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir. Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang lalim itu selain kebinasaan. "

Tuhan maha berkuasa dan berkehendak. Ketika Dia sudah menilai sebuah keadaan kaum tidak layak lagi ada di muka bumi sebagai mahluk berakal, Dia ganti dengan yang sisa sedikit yang berakal meski hanya sisa satu perahu.

Kita kedepan akan menyaksikan runtuhnya Peradaban Barat penjajah manusia dan seluruh anasir antek dan proxynya. Saat itu ketika Tuhan menyediakan perahu, maka naik lah. Tidak usah banyak tanya. Itu tanda bahwa Dia akan mengganti kamorang semua dengan yang baru. Kalau sudah begitu hati-hati.

Pace Yaklep : Karena kamorang su tara laku. Hidup tak gunakan akal sehat. Penuh dengan kebencian kurang kebenaran. Yang diutamakan cuma kebendaan.

Wan Bodrex : Pace, ko juga eee. Sa baru tahu. Ko ternyata bahaya juga.

Angkringan Filsafat Pancasila

Sumber : Status Facebook Abdul Munib

Wednesday, January 15, 2020 - 10:45
Kategori Rubrik: