Yang Dibelenggu Cuma Tangannya

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Ada banyak sekali versi jawaban, kenapa setan sudah dibelenggu tapi kejahatan masih tetap ada. Saya tidak akan sebutkan satu-per-satu, saking banyaknya.

Tapi yang saya suka salah satunya versi yang ini nih :

Kan yang di belenggu cuma tangannya. Mulutnya nggak dibelenggu. Sedangkan yang paling efektif itu justru bisikan-bisikannya.

الذي يوسوس في صدور الناس

Yang membisikkan dalam dada manusia

Jadi tangan boleh terbelenggu, sedangkan lidah dan bisikannya tetap liar kemana-mana. Core pekerjaan setan kan cuma jadi motivator saja, tidak melakukannya langsung.

Sekedar bikin hoax, sebar-sebar kabar bohong. Dan korbannya banyak banget. Tidak perduli kaum terdidik atau tidak terdidik. Dan para da'i, ustadz serta penceramah adalah korban paling parah dari kejahatan syetan yang satu ini.

Sekaligus ikut juga jadi pelaku kejahatan, ketika ceramah malah menyampaikan hoaks, dusta, fitnah serta tuduhan tak berdasar. Bukannya jadi sumber kebaikan, tapi ikut aktif jadi perpanjangan lidah syetan.

Sukses sekali program syetan itu. Ramadhan datang, tangan terbelengggu, tapi kejahatannya tetap bisa dilakukan. Karena syetan punya perpanjangan tangan.

Tuh lihat narapidana narkoba, tetap masih bisa menjalankan bisnisnya meski dari dalam penjara. Tidak harus pakai tangannya sendiri, tapi pinjam tangan orang lain. Selama masih ada kaki tangan orang lain, bisnis syetan tetap aman.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat, Lc.MA

 

Sunday, May 12, 2019 - 13:45
Kategori Rubrik: