Yang Di Bakar Itu Bendera HTI Yang Memiliki Ciri Khusus,Bukan Kalimah Tauhid

Oleh: Zainuddin

Lagi ramai soal pembakaran bendera HTI, yang digunakan kubu sebelah untuk memanaskan situasi jelang Pilpres. Dengan berbagai alasan. Alasan yang paling sering disebut itu kalimah tauhid!

Saya tidak suka kalimah tauhid jadi bendera dan atribut kelompok, sebagaimana HTI, Arab Saudi atau ISIS. Penggunaan sebagai atribut oleh kelompok akan mengurangi universalitas kalimah tauhid. Kalimah tauhid milik semua umat Islam, bukan HTI, bukan ISiS apalagi Saudi Arabia.

Selain itu, penggunaan kalimah tauhid sebagai atribut pada kasus tertentu melecehkan tauhid sebagai kalimah yang agung. Coba bayangkan, ketika kalimah tauhid jadi bendera Saudi Arabia, dan menempel di Bola sepak, kalimah tauhid ditendang dan diinjak. Ketika jadi atribut buat demonstrasi HTI, kalimah tauhid diinjak-injak.

Tapi bagaimana lagi, ada kelompok yang getol menggunakan kalimah tauhid sebagai medium menarik massa, lebih parah mengklaim sebagai bendera Rasulullah, dan ketika organisasinya dilarang, kalimah tauhid jadi ikut juga kena dampaknya. Kalau kemudian ini terjadi, yang patut digoblokkan ya kelompok itu. Ini persis seperti ISIS menggunakan kalimah tauhid sebagai latar belakang ketika menggorok orang. Jangan salahkan orang lain yang ikut alergi pada kalimah tauhid, karena ISIS menyalahgunakannya.

Dan ketika ada yang membakar bendera HTI yang menggunakan kalimah tauhid, maka masalah sesungguhnya adalah ada pada HTI, dan yang dibakar adalah bendera HTI yang memiliki ciri khusus,Bukan kalimah Tauhid

 

Sumber: facebook Zainuddin

Tuesday, October 23, 2018 - 09:30
Kategori Rubrik: