Yang Demo Dukung Trump, Dipecat Dari Perusahaan

ilustrasi
Oleh : B Uster Kadrisson
Sedang dicariin..
Buntut dari kerusuhan yang terjadi 2 hari yang lalu di ibukota Amerika, Washington DC akhirnya merembet ke masing-masing kehidupan pribadi. Sejumlah perusahaan yang mengenali dari sosial media para pegawai mereka yang ikut menyerbu ke gedung Capitol, kemudian mengeluarkan surat keputusan yang membuat mereka dipecat dan harus berhenti. Beberapa perusahaan mulai menyisir photo-photo yang ada di personal account atau juga yang beredar di berbagai applikasi surat kabar dan saluran televisi. Niat hati ingin pamer kebodohan di sosial media dengan pamer selfie yang akhirnya menjadi bumerang yang berbalik arah dan menendang pantat sendiri.
Seorang perusuh yang terlihat mejeng dalam sebuah photo yang kemudian menjadi viral, kedapatan membawa tanda pengenal tempatnya bekerja yang jelas tergantung di leher. Betapa kagetnya dia, ketika perusahaan mengirimkan berita pendek kalau dia sudah dipecat dengan alasan tidak mengindahkan kesehatan dan keselamatan yang lain, karena tampak di photo dia tidak menggunakan masker. Memang kebodohan tidak mengenal kasta, bukan hanya dari kalangan pekerja rendahan saja malah ada juga seorang yang berasal dari Texas yang berprofesi sebagai lawyer. Seorang yang lain lagi buru-buru mengundurkan diri sebelum dipecat dari sebuah universitas di Pennsylvania tempat dia mengajar, ternyata ilmu yang banyak juga tidak menghalangi orang-orang menjadi keblinger.
Polisi dan FBI juga sudah mulai mencyduk orang-orang yang beberapa hari yang lalu tampak cengengesan dan petantang petenteng. Sistem face recognition atau pengenalan wajah secara digital membuat kerja mereka sedikit lebih mudah dan enteng. Ada ribuan photo dan video yang beredar di sosial media yang sangat jelas dan bisa memberikan data segambreng. Sudah ada puluhan yang dijemput, ah.. jadi pengen lihat photo si kepala tanduk kerbau berada di balik tirai besi meringkuk di dalam kerangkeng.
Mereka-mereka adalah orang-orang yang selama ini dilindungi oleh Trump dan selalu tampak hadir di setiap kesempatan mengikuti kampanye dari satu ke lain lokasi. Mereka tergabung dalam kelompok yang disebut QAnon dan Proudboys, yang setali tiga uang seperti saudara kembar mereka para pecundang ef-pe-i. Di Amerika dengan kemudahan untuk memperoleh dan memiliki senjata api, sering terlihat mereka menentengnya di depan umum kesana kemari. Memang tampak mengerikan dengan resiko yang besar, tetapi mereka tidak bisa seenaknya menodongkan kepada seseorang tanpa alasan yang jelas, yang bisa akan membuat mereka berurusan dengan polisi.
Memang hukum di Amerika sedikit ngeri-ngeri sedap, antara terlihat longgar dengan memberikan kebebasan tetapi juga ada tali kekang yang berfungsi untuk mengendali. Senjata memang gampang sekali untuk dimiliki, saking mudahnya bisa didapatkan di supermarket seperti Walmart, hanya diperlukan untuk menunjukkan kartu identitas diri. Memperlihatkan senjata api laras pendek seperti koboi di jaman kuda gigit besi tidak diperbolehkan di depan umum, tetapi yang laras panjang untuk keperluan berburu terlihat jamak di beberapa negara bagian atau county. Ada hukuman yang sangat berat jika terbukti dengan sengaja mencederai seseorang, sehingga membuat pemilik senjata api harus lebih berhati-hati.
Sebuah episode dalam serial cartoon the Simpsons pernah menggambarkan keadaan chaos yang akan terjadi tepat pada hari inaugurasi. Digambarkan Washington DC porak poranda karena perang sipil akibat ulah pendukung Trump-Putin yang tidak terima kekalahan ini. Telah beberapa kali serial ini memprediksikan dengan tepat tentang kejadian-kejadian yang berlangsung dua sampai tiga dekade sebelum peristiwa yang sebenarnya terjadi. Seperti wabah Corona, Apple's smart watch, kemenangan team US dalam Olimpiade musim dingin, pemenang Nobel Prize dalam bidang ekonomi dan penyerbuan ke gedung Capitol oleh Mel Gibson dalam sebuah edisi.
Si Oyen Trump sudah memberikan pernyataan kalau dia tidak akan menghadiri upacara pengukuhan presiden yang baru pada tanggal 20 Januari nanti. Setelah kemarin dia memberikan pidato singkat yang mengakui kekalahan, dan juga pernyataan mengutuk ulah supporternya walaupun dengan setengah hati. Tidak tahu apa yang akan dia lakukan, apakah bersiap-siap untuk melarikan diri karena pencekalan imigrasi baru bisa berjalan efektif setelah Joe Biden diambil sumpahnya lewat tengah hari. Dalam sejarah panjang negara Amerika memang ada beberapa mantan presiden yang tidak menghadiri acara serah terima jabatan seperti Lincoln dan Kennedy, itu juga karena saat itu mereka sudah meninggal dan tidak ada lagi.
Tabik.
Sumber : Status Facebook B. Uster Kadrisson
Sunday, January 10, 2021 - 11:00
Kategori Rubrik: