Yang Bangkit PKI Apa Cendana?

Ilustrasi

Oleh : Geulis

Sejak terpilihnya Joko Widodo sebagai Presiden ke 7 Indonesia, paranoid tentang kebangkitan PKI diumbar-umbar. Tuduhan ngawur itu awalnya tahun 2014 disebar oleh Obor Rakyat yang ternyata merupakan komplotan Capres Prabowo (saat itu). Fitnah keji itu betul-betul menyebar kemana saja dan dilakukan lawan politik Jokowi yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI.

Pun demikian pula yang dikoar-koarkan Alfian Tanjung, mengaku dai, penceramah atau ustadz. Bahkan tuduhannya sangat kejam, bahwa istana negara secara rutin digunakan untuk rapat PKI tiap hari tertentu. Nama Budiman Sudjatmiko ikut disebut selain tentu saja Ribka Tjiptaning. Alfian juga mengabarkan anggota PKI sudah mencapai jumlah 13 juta orang. Jumlah yang tidak sedikit untuk partai politik.

Setali tiga uang, mantan anggota TNI Kivlan Zen melakukan hal yang sama. Ceramah dimana-mana menyebut PKI mau bangkit. Sudah menyusup kemana-mana. Ini merupakan psy war, membangkitkan rasa trauma masyarakat akan adanya Partai Komunis Indonesia. Isu ini kemudian didukung dengan foto-foto editan kejadian di Vietnam yang diklaim terjadi di Indonesia. Anehnya para pemfitnah dan penuduh ini jika disuruh membuktikan pasti mereka kebingungan. Bahkan jika ditanya komunisme itu apa, rata-rata menjawab PKI.

Hal itu menandakan bahwa banyak masyarakat merasa trauma PKI tapi tidak tahu sesungguhnya apa itu PKI. Paling mudah kalau ditanya PKI ya hanya soal simbol palu arit. Kalau bicara lebih jauh tentang marxisme, orang tidak ngeh. Kalau mengupas masalah masyarakat tanpa kelas tidak ada yang teriak awas PKI, kalau orang berdiskusi tentang hak-hak buruh didiamkan saja.

Tapi memang, menakut-nakuti atau phobia PKI ini seperti obat segala macam kepentingan politik. Tidak tanggung-tanggung yang menggunakan alat ini. Sekelas mantan Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo pun menggunakannya saat jadi tamu di acara Rossi Kompas TV. Sayang, tuduhannya ngawur dan terlihat Gatot tidak faham apa itu PKI. Dia menyebut penghapusan mata bab tentang G30SPKI, pemutaran film G30SPKI bahkan pencabutan Tap MPRS tentang bahaya komunisme disebut sebagai bukti.

Begitu dibantah oleh aktivis HAM dengan menunjukkan fakta-fakta siapa yang melakukan itu semua, Gatot tak bisa jawab, diam seribu bahasa. Lihatlah sekeliling anda, dimana PKI bangkitnya?

Rupanya sewaktu pengumuman partai politik yang lolos ikut pemilu malah muncul Partai Berkarya, milik Tommy Soeharto. Didalamnya tidak hanya ada dia sebagai anak biologis penguasa rezim Orde Baru. Masih ada Titiek Soeharto, janda Capres Prabowo. Kemunculan Partai Berkarya yang selama ini tidak diketahui orang menimbulkan banyak pertanyaan. Apalagi belum lama, gedung Partai Berkarya disita negara terkait kasus Soeharto.

Titiek Soeharto bahkan menyatakan jika dirinya mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres. Lho, bukannya sebagai suami saja tidak didukung bahkan minta cerai? Kita makin tahu bahwa demi kepentingan politik apapun bisa digunakan. Mana PKI nya yang dituduhkan bangkit itu? Bukankah yang suka kibar-kibarkan bendera itu HTI? Bukan PKI? Inilah resiko masyarakat sebuah negara berkembang yang masih membutuhkan puluhan tahun untuk dewasa secara politik.

Jadi siapa yang bangkit?

Wednesday, November 21, 2018 - 23:45
Kategori Rubrik: