Yakin Mau Boikot Produk Kafir?

Ilustrasi

Oleh : Hilman Fajrian

Kalau melihat valuasi perusahaan, maka kontribusi pajak yang dibayarkan McD + KFC kepada pemerintah AS jauh lebih kecil dibanding jumlah pajak Google sendirian dengan segala produknya. Brand value McD $ 40 M, KFC $ 12 M. Brand value Google $ 101 M, Apple $ 170 M, Microsoft $ 87 M, Facebook $ 73 M, Coca Cola $ 56 M.

Beberapa merk consumer good di masa lalu memang kerap ditautkan dengan kegagahan ekonomi AS. Termasuk McD, KFC, dan Coca Cola. Begitu juga dengan perusahaan migas AS seperti Exxon dan Chevron. Tapi tidak di masa sekarang. Sudah tergantikan oleh Apple, Amazon, Google, Facebook, Instagram, Microsoft, dll.

Saya tidak nyinyiri mereka yang demo selama tidak anarkis. Kebebasan berekspresi dijamin dan diatur UU. Tapi mesti diakui mengekspresikan protes ke simbol-simbol negara lain dalam wilayah kita di era sekarang ini memang sulit dan bikin serba salah. Sementara, bila kita arahkan ekspresi itu ke target yang paling 'lemah' atau paling memungkinkan, di sisi lain target lemah itu mungkin memberi dampak ekonomi langsung kepada mereka yang tidak terkait. Seperti karyawan perusahaan dan usaha lokal dalam rantai pasokan.

Sementara perusahaan-perusahaan raksasa AS di atasnya justru tak memiliki risiko seperti itu: berapa sih karyawan lokal Google, Facebook, Apple, Microsoft di Indonesia? Kalau digabungkan masih lebih banyak karyawan KFC se-Jakarta. Mau di-taking down usahanya juga nyaris mustahil, karena server-nya entah dimana dan dijaga oleh para jenius teknologi.

Memang susah mengekspresikan kemarahan ke AS lewat aksi jalanan di zaman now.

Sumber : Status Facebook Hilman Fajrian dengan judul asli Zaman Susah dan Serba Salah

Thursday, December 14, 2017 - 14:15
Kategori Rubrik: