Yakin Group MCA Itu Muslim Kaffah?

Ilustrasi

Oleh : Muhammad Jawy

Menyandang nama "Muslim" dalam organisasi itu sesungguhnya amat berat. Karena harus patuh dengan rambu-rambu dalam Islam. Kalau justru bertentangan, itu sama saja mencoreng Islam itu sendiri, dan justru menjauhkan dakwah Islam, karena akan ada yang salah mengerti tentang Islam.

Dari awal perilaku group ini memang sangat memprihatinkan, jauh dari keadilan, jauh dari kejujuran. Fatwa MUI tentang Pedoman Bermuamalah di Media Sosial pun seperti tidak dihiraukan, kalau melihat banyaknya postingan dengan nada kebencian dan plintiran atas fakta.

Saya tahu niat mereka mungkin baik, tapi kalau memakan informasi sesat dan bertindak atas informasi sesat, tentu jadinya kesasar. Bahkan saya menilai mereka bisa jadi termasuk yang disebut dalam QS An Nuur 15, yaitu mereka yang menganggap ringan penyebaran berita bohong, apalagi menyangkut pihak yang tidak disukainya. Padahal di Sisi-Nya itu adalah sesuatu hal yang dihitung amat berat.

Dan saya amat menyesalkan kawan-kawan aktivis yang membiarkan kekeliruan mereka, bisa jadi karena yang tengah diserang dengan dusta adalah orang yang menjadi lawan politiknya. Mereka jadi anomali, mendadak toleran terhadap berita bohong. Mereka mendiamkan saja saudaranya tersesat.

Biar saja, karena toh yang dirugikan adalah "musuh" politik kita? Mereka lupa bahwa QS An Nuur 16 mewajibkan setiap muslim untuk menghentikan berita dusta, apapun isinya, siapapun yang menyebar, siapapun yang dihunjami dusta.

Sekarang, ketika anak istri menjerit karena suaminya diangkut ke bui. Kawan, mohon ikut bertanggungjawab atas diamnya Anda.

Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy

Tuesday, February 27, 2018 - 22:00
Kategori Rubrik: