Wujudkan Masyarakat Cerdas, Jatim Bangun 883 Perpustakaan Desa

Redaksi Indonesia- Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membangun sebanyak 883 unit perpustakaan desa yang tersebar di berbagai daerah di wilayah setempat sejak 2013.

"Sudah dua tahun terakhir ini Pemprov Jatim membangun 883 perpustakaan desa se-provinsi dan pasti akan semakin bertambah," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Akhmad Sukardi ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (29/10/2015).

Ia mengaku program ini sejalan dengan stimulan program Perpustakaan Desa/Kelurahan dari Pemerintah Pusat, yang mana sejak 2008 sampai sekarang bantuannya telah diserahkan sebanyak 1.137 unit.

Untuk memeratakan layanan perpustakaan hingga ke semua desa/kelurahan, kata dia, maka program ini harus dilanjutkan, salah satu caranya dengan dengan mengalokasikan sebagian anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD masing-masing daerah untuk perpustakaan.

"Saya yakin semakin dekat masyarakat dengan layanan perpustakaan maka akan mempercepat terwujudnya masyarakat Jatim yang cerdas dan sejahtera," ucapnya.

Ia mengakui membangun perpustakaan yang sesuai standar nasional tidak semudah yang dibayangkan karena adanya sejumlah permasalahan, antara lain kurangnya ketersediaan sumber daya manusia di bidang perpustakaan.

Tidak itu saja, lanjut dia, rendahnya kemauan politik para pengambil kebijakan untuk menjadikan perpustakaan sebagai program prioritas, serta kurangnya anggaran yang diperuntukkan untuk membangun perpustakaan juga menjadi faktor penghambat.

"Bahkan, terkadang ada beberapa kepala daerah yang belum memahami arti penting perpustakaan di tengah-tengah masyarakat ini," tuturnya.

Kendati demikian, Pemprov Jatim melalui Badan Perpustakaan dan Kearsipan (Baperpusip) harus bisa sebaik mungkin menata dan menjadikan perpustakaan sebagai prioritas.

Menurut dia, tugas Baperpusip merupakan tugas mulia karena manfaat yang diberikan sangat positif, di antaranya mengurangi buta aksara dan mencerdaskan kehidupan berbangsa.

"Karenanya semua pihak harus ikut berperan aktif dalam pembangunan masyarakat Jatim, khususnya dalam peningkatan angka Indeks Pembangunan Manusia," kata mantan Kepala Dinas Pendapatan Jatim itu.

Ia menjelaskan, indikator menentukan angka IPM, antara lain angka "melek" huruf, tingkat pendidikan masyarakat, indikator kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2013, saat ini angka IPM Jatim masih 73,54 di bawah provinsi lain di Pulau Jawa, dan masih di bawah rata-rata nasional.

"Yang perlu didiskusikan bersama adalah peran perpustakaan umum sangat strategis, utamanya untuk meningkatkan anka IPM di Jatim baik melalui perpustakaan keliling atau perpustakaan desa/kelurahan," tukasnya. (Antara)
 

Thursday, October 29, 2015 - 17:00
Kategori Rubrik: