Wong Ndeso yang Bikin Repot

 

Oleh: Ali Valentino

Menurutku Bung Joko ini bukan hanya sekedar berani, tapi juga jenius. Perlahan tapi pasti, Bung Joko si wong ndeso ini mampu membungkam dan membuat 'keok' para lawan politiknya satu per satu. Parpol-parpol besar di KMP semakin sadar bahwa, memusuhi Bung Joko sama dengan bunuh diri. Parpol mereka harus siap kehilangan suara dan simpati sebagian besar rakyat.

Belum lagi mereka harus menghadapi manuver-manuver Bung Joko yang membuat Parpol-parpol besar merasa menjadi sekecil kutu di hadapan Bung Joko, dan merasa sudah waktunya melambaikan bendera putih pada si kerempeng nan sakti ini.

Apalagi mereka menyaksikan sendiri bagaimana kesaktian Bung Joko yang mengerikan ketika menghadapi para tukang cibir dan nyinyir dari parpol-parpol besar itu. Terjungkalnya sang pimpinan dari kursi empuk ketua DPR (dan segera akan menyusul wakilnya) adalah baru pertama kalinya terjadi di negeri ini.

Ditambah lagi kerja keras Bung Joko dalam menjalankan amanat rakyat demi tujuan mulianya untuk membuat bangsa dan negara ini lebih maju, sejahtera, makmur dan mandiri, sudah tidak mungkin bisa dimungkiri lagi oleh lawan-lawan politiknya. PAN yang telah merapat, menyusul PKS, PPP dan GOLKAR mengakui bahwa salah satu program Bung Joko membangun satu juta rumah yang telah berjalan di semua daerah adalah kebijakan yang sangat Pro Rakyat, belum lagi kebijakan-kebijakannya yang lain.

Akhirnya, pengakuan demi pengakuan dan pujian mulai mengalir dari mulut para lawan politiknya. Dan hebatnya, Bung Joko membiarkan Parpol-parpol dari KMP yang mulai merapat kepadanya tetap berada di luar KIH. Untuk apa? Untuk menekan dominasi dan menghindari ancaman-ancaman KIH terhadap Bung Joko. Seakan-akan Bung Joko berkata, "Ehh KIH jangan coba-coba menekan, apalagi mengancam saya ya, lihat itu sebagian besar Parpol di KMP juga mendukung saya!"

Bisa dikatakan bahwa, saat ini Bung Joko memimpin KIH dan KMP sekaligus. Kecuali GERINDRA yang tentunya masih menjaga gengsinya demi menghadapi Pilpres 2019. Adapun DEMOKRAT dari awal hanya mencari aman, mengikuti semua kebijakan Bung Joko nyaris tanpa suara.

Adanya Parpol-parpol besar di luar KIH yang kini merapat dan mendukung Bung Joko, justru saat ini malah membuat KIH terutama PDIP menjadi merasa terancam. Bagaimanapun PDIP menyadari bahwa, kemenangannya pada pemilu yang lalu karena menjadikan Bung Joko sebagai CAPRES-nya. Bila bukan Bung Joko yang menjadi CAPRES-nya, apa mungkin PDIP menjadi pemenang Pemilu?

Lalu bagaimana bila tekanan dan ancaman PDIP malah membuat Bung Joko pindah ke lain hati (Parpol besar di luar KIH)? Apalagi KIH sadar betul kalau saat ini sebagian besar rakyat mendukung Bung Joko, tentu Parpol lain akan menerimanya dengan tangan terbuka.

Repotnya menghadapi wong ndeso yang satu ini.

 

Sumber: Facebook Ali Valentino

 

Monday, January 11, 2016 - 08:15
Kategori Rubrik: