WNI Eks ISIS Mau Kembali

ilustrasi

Oleh : Sulfas Erts Anto

Mardani Ali Sera (PKS) dan Fadli Zon (Gerindra) maunya terlihat bijak malah jadi terbongkar sendiri kelicikannya. Sebab cuma orang kecentilan, kengangguran dan punya maksud jahat yang mendukung pemberontak dipulangkan ke negara yang sudah dikhianati sendiri oleh mereka.

Saya juga tak berminat membahas siapakah yang pertama kali menggulirkan wacana pemulangan WNI eks ISIS ini. Mau Menteri Agama “Islam” kek, BNPT kek, Mardani kek, Zon kek atau siapa kek, yang jelas di mata saya cuma satu. Pencetus sekaligus pendukung wacana ini adalah orang-orang licik yang punya tujuan terselubung sarat dengan ambisi mencapai tujuan pribadi dan golongannya sendiri. Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Saya jadi teringat pada seorang ulama Indonesia KH Muhammad Hasyim Asy’ari yang berhasil mencetuskan prinsip hubbul wathani minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman). 

KH Asy’ari mampu membuktikan bahwa agama dan nasionalisme adalah dua unsur yang tak dapat dipisahkan satu sama lain, yang bisa saling memperkuat dalam membangun bangsa dan negara. Senada dengan KH Asy’ari, KH Said Aqil Siroj juga mengatakan agama tanpa nasionalisme akan menjadi ekstrem. Sedangkan nasionalisme tanpa agama akan kering.

Hal ini terbukti ketika fenomena ekstremisme agama justru lahir dari orang dan kelompok yang suka mengekslusifkan diri dan sempit dalam memahami agamanya tanpa memperhatikan realita sosial kehidupan di sekitarnya. Itulah yang terjadi dalam diri WNI simpatisan ISIS yang didukung kepulangannya oleh Mardani dan Fadli Zon. Jika sudah begini, masihkah kita ingin mendukung kepulangan para ekstrimis agama ke Indonesia??? Cuma kaum pengacau yang akan melakukan hal tersebut.

Sumber : Status facebook Sulfas Erts Anto

Friday, February 7, 2020 - 13:00
Kategori Rubrik: