WNA, DPT Dan Hak Pilih

ilustrasi

Oleh : Pramono U Tanthowi

Bbrp hari terakhir ramai berita soal Warga Negara Asing (WNA) yg masuk dlm DPT. Perlu ditegaskan bahwa WNA, meski telah memiliki e-KTP (karena memenuhi syarat2 tertentu), mereka tidak punya hak pilih dlm Pemilu. Karena hak pilih hanya melekat bagi WNI (UU 7/2017 Pasal 198-199).

Utk memastikan data WNA yg masuk dlm DPT, maka KPU telah berkoordinasi dg Kemendagri dan Bawaslu. Dari koordinasi itu, Kemendagri telah menyerahkan ke KPU data 103 WNA yg masuk dlm DPT.

https://www.cnnindonesia.com/…/kemendagri-temukan-data-103-…

Setelah menerima data tsb, KPU melakukan pencermatan yg hasilnya:

(a) 2 nama sdh dicoret dari DPT, sehingga tinggal 101; 
(b) nama2 itu tersebar di 17 provinsi dan 54 kab/kota.

Selanjutnya KPU telah menginstruksikan KPU Kab/Kota (melalui KPU Prov) utk melakukan verifikasi lapangan, memeriksa masing2 101 nama itu. Hasil verifikasi akan dikoordinasikan dg Disdukcapil dan Bawaslu setempat utk dilakukan pencoretan dari DPT. Proses verifikasi tsb diharapkan telah selesai semua hari ini.

https://m.kumparan.com/…/kpu-selesaikan-temuan-103-wna-pemi…

Setelah menerima laporan lengkap dari semua daerah, KPU akan secepatnya mengumumkan hasil verifikasi atas 103 nama WNA yg sempat masuk dlm DPT tsb. KPU berkomitmen utk membersihkan DPT dari WNA, karena mereka memang tidak punya hak pilih dlm Pemilu.

#DPT_tanpa_WNA

Sumber : Status Facebook Pramono U Tanthowi

Thursday, March 7, 2019 - 14:00
Kategori Rubrik: