Whastapp, Pilih Bela Politik Atau Keluarga?

ilustrasi
Oleh : Keyzia Widiatmika
 
Suasana politik sejak 5-7 tahun lalu yang berantakan membuat hubungan interpersonal tak kalah berantakannya. Tak terkecuali pada saudara yang semuanya dimulai dari grup WhatsApp keluarga. 
_____
Saya melakukan penelitian tesis terkait tentang konflik-konflik akibat pesan-pesan politik di grup WhatsApp keluarga. Secara umum, yang saya temukan adalah: 
_____
 
1) Terjadi dinamika pola komunikasi keluarga sejak media sosial menguasai pesta demokrasi dan membuat anggota keluarga "mabuk" atas segala pembenaran-pembenaran. Misal: Keluarga yang sebelumnya Konsensual, teguh pada hirarki, nilai dan kepercayaan, namun tetap terbuka pada diskusi resolusi konflik mendadak berubah menjadi Keluarga Protektif. Demikian pula Keluarga Pluralistik yang mana ketika orang tua masih memberikan saran bagi anak-anak untuk setiap keputusannya, meski keputusan akhir ada di tangan sang anak sebagai keputusan terbaik, berubah menjadi Keluarga Protektif. Orang tua atau orang yang lebih tua mendadak otoriter atas pilihan mereka akibat pesan-pesan berantakan yang mereka temukan, entah dari mana. Bahkan ada salah satu responden yang menyatakan keluarga mereka sungguh plural, sekalipun agama, hal yang paling sensitif pun mereka berbeda satu sama lain. Tapi kepluralan tidak berlaku kalau bicara politik. 
2) Tidak jarang konflik yang muncul adalah Ego konflik. Anggota keluarga menyerang anggota lainnya akibat perbedaan jagoan. Atau bahkan hanya karena menyatakan kalau mereka merasa terganggu akibat pesan-pesan yang tidak pantas yang muncul di grup WhatsApp keluarga. Penyerangan ini muncul beragam, mulai dari maki-maki hingga ancaman putus hubungan persaudaraan. 
 
3) Demikianlah kita. Sekarang menulis dan mencari berita ternyata untuk pembenaran pendapat pribadi saja. Sederhananya, untuk mengetahui "Berapakah 2+2?", kita malah mencari dengan kata kunci "Apakah 2+2=5?" atau bahkan "Bukti bahwa 2+2=5". Kita mencari jawaban untuk pembenaran. Tidak benar-benar ingin bertanya apa dan bagaimana jawaban dari apa yang kita tanyakan. 
_____
Kemudian, siapa yang harus bertanggung jawab untuk hal ini? 
 
Kita tidak sehat. Sangat tidak sehat.
 
Sumber : Status Facebook Keyzia Widiatmika
Sunday, May 26, 2019 - 14:45
Kategori Rubrik: