Welcome to New Normal Life

ilustrasi

Oleh : Irene Diah

Dunia secara perlahan memasuki New Normal. Keadaannya mungkin tidak akan sama seperti dulu.

Cerita hari ini nyaris seharian diluar.

Semua diawali dari rumah. Asupan gizi lebih diperhatikan. Saya yang selama ini enggan setiap menggoreng ikan krn lumayan ribet, sekarang sdh terbiasa. Makan sayur , buah diperbanyak lagi. Tidak harus yang mahal.

Ketika akhirnya harus keluar rumah karena banyaknya urusan, setidaknya benteng diri sudah semaksimal mungkin diupayakan. Protokol kesehatan dilakukan.

Karena ini adalah New Normal maka harus berdamai dengan keadaan yang ada sekarang. Setiap datang ke suatu tempat harus priksa suhu, cuci tangan, jaga jarak, pakai masker.

Mencari tiket pesawat tidak semudah sebelum pandemi. Pesawat hanya boleh mengangkut 50% penumpang. Itupun hanya brp kali penerbangan. Syarat bebas covid menjadi keharusan.

Sebelum issued tiket hrs menjalani swab test mandiri. Bukan lagi rapid test. Karena mahalnya biaya swab test , saya coba mencari perbandingan di 4 RS. Semua sama nolnya enam. Masuk RS harus didata macam2. Hasil swab sekitar 7 hari dan masa berlakunya 10 - 14 hari.

Urusan dengan Bank juga harus kuberesi. Cicilan, angsuran dsb. Peraturan masuk Bank juga hampir sama dengan tempat lain tetapi beda dengan masuk RS.

Selesaai mengurus semuanya , sampai rumah langsung mandi , keramas, ganti baju.

Welcome to new normal. Jalani semua dengan sabar dan tenang jiwa.

Begitulah kondisi setiap orang berbeda. Ada yang tdk perlu repot2 mengurus swab test, ada yang cukup duduk manis di rumah , ada yang terseok seok. Maka marilah berempati dengan segala perjuangan setiap orang. Berempati dengan pihak2 yang begitu rumit mengatur semuanya.
Menghormati Pemerintah yang terus mengupayakan bagaimana supaya YANG DISINI TERLINDUNGI, YANG DISANA TERSELAMATKAN meskipun tidak bisa memuaskan semua pihak.
Tetap selalu berdoa dan percaya hari esok akan lebih baik.

Sumber : Status Facebook Irene Diah

Wednesday, May 27, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: