Wawancara Dominggos

Oleh: Eko Kuntadhi

 

"Aku tidak punya darah Indonesia," katanya ketika diwawancarai wartawan dari media akhirat.net. Wajahnya seperti biasa, ngeselin. Mulutnya masih setajam silet. Ia membetulkan pecinya yang miring, nangkring di atas kepalanya yang simetris.

 

"Darah mana yang Anda punya?"

"Vietnam, Bangladesh, bercampur dengan Mongol, Kazakstan, Namibia dengan sedikit tambahan dari Melayu dan Kurdi," jawabnya singkat.

"Banyak juga campurannya. Kayak bensin Bajaj?," wartawan mencoba berseloroh.

"Jangan sebut-sebut bensin. Hukumnya mendekati haram."

"Kenapa?"

"Karena Ahok sudah jadi Komisaris Utama Pertamina."

"Lalu harus disebut apa?"

"Sebut saja BBM."

"Tapi semua orang pakai WA sekarang. Gak ada lagi yang pakai BBM."

"Jangan tanya saya soal itu, tanya Ahok sana."

"Ok, terangkan bagaimana Anda dibesarkan?"

"Saya dibesarkan dalam suasana desa. Hobi saya ngadu jangkrik dan undur-undur. Waktu kecil saya bisa memancing badak hanya bermodalkan ketapel."

"Caranya?"

"Saya kekebun binatang. Ke kandang badak. Badaknya saya ketapel sampai pingsan."

"Kasian..."

"Kasian apanya?"

"Badaknya,"

"Kalau kamu empati sama Badak, buktikan dong. Sering-sering minum larutan penyegar, dari Sinde. Yang ada badaknya..."

"Jadi Anda merasa sebagai orang Indonesia?"

"Iya, saya tetap orang Indonesia. Walau darah saya tidak ada Indonesia-indonesianya. Seperti badak bercula satu, asli Indonesia."

"Dulu Anda dibesarkan dalam suasana pluralis?"

"Iya. Indonesia itu beragam penduduknya. Ada yang kulitnya hitam, kuning, putih, cokelat, sawo matang, sawo setengah matang, sawo diperem atau sawo busuk. Semua ada."

"Secara agama Indonesia juga beragam?"

"Sangat beragam. Ada muslim, kristen, hindu, buddha, katolik, kong hu cu. Ada juga penyembah Petromaks, penyembah pohon kaktus, penyembah paralon... macam-macamlah."

'Anda nyaman dengan suasana yang beragam itu?"

"Gak."

"Kenapa?"

"Mereka jadi hobi main catur. Padahal catur itu haram."

"Kalau gitu, larang mereka agar tidak main catur. Suruh nonton drama korea aja."

"Dimara korea juga haram..."

"Kalau gak kerja, di hari minggu, jadi harusnya ngapain kalau semua diharamkan?"

"Minggu juga haram. Ganti sama ahad aja."

"Ok, boleh tahu nama asli Anda?"

"Dominggos..."

"Hah, domino?"

 

(Sumber: Facebook Eko Kuntadhi)

Tuesday, November 26, 2019 - 20:00
Kategori Rubrik: