Waspadalah Jika Anak Suka Menyendiri

Oleh: Tjiptadinata Effendi

Bila anak-anak sibuk berlari sana sini, ribut, bertengkar dan rumah jadi brantakan, biasanya mereka pasti dianggap anak bandel. Sedangkan tipe ”anak baik” menurut pandangan orang tua secara umum adalah anak yang duduk manis, tidak pernah berantem dan penurut. Tidak pernah merepotkan orang tua, karena bisa tahan sepanjang hari duduk disudut rumah atau di kursi, tanpa aktivitas yang berarti.

Kebanyakan orang tua sangat senang mendapatkan “anak baik” seperti ini. Padahal justru sikap anak yang menyendiri, merupakan sebuah masalah serius yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari orang tua. Saya bukan berlatar belakang seorang psikolog, tapi perjalanan panjang kami selama kurun waktu lebih dari 15 tahun berkeliling Nusantara dalam kapasitas sebagai seorang Therapis, mengharuskan saya untuk belajar banyak hal. Termasuk prilaku remaja dan anak anak muda.

 Banyak yang saya temui: ternyata anak anak yang tadinya dianggap anak manis justru dibelakang hari melakukan hal-hal yang merupakan kejutan yang sangat melukai hati orang tua. Karena sama sekali tidak menyangka bahwa anak anak manis mereka mampu melakukan perbuatan yang sama sekali diluar dugaan. Misalnya seperti, tertangkap ketika mengutil di mal, ketahuan mencuri barang milik teman sekelas melakukan tindakan kekerasan terhadap teman. Padahal orang tua adalah dari golongan ”terpandang” di kotanya.

Nah, kalau sudah kejadian begini, mau diapakan anak anak ini? Toh mereka adalah anak anak kita. Kalau mereka masih dibawah umur, maka segala tindakan mereka tak lepas dari tanggung jawab orang tua. Mengganti barang yang dirusakkan atau mengembalikan barang yang dicuri oleh anak tentu tidak menjadi masalah. Masalahnya justru mau dikemanakan wajah kita sebagai orang tua?

Prilaku Anak yang Patut Mendapatkan Perhatian Orang Tua:

Sikap acuh tak acuh, Tidak ada perhatian terhadap kejadian sekitarnya, termasuk bila ada keluarga yang sakit, tidak mampu menunjukkan rasa simpati terhadap kejadian apapun baik ketika ada yang ultah, maupun ada yang berduka senang menyendiri,  dan menghindar dari pembicaraan,  selalu merasa curiga terhadap siapapun, merasa bahwa ia selalu diawasi merasa bahwa ia selalu jadi bahan tertawaan ,merasa di dunia ini tak seorangpun dapat dipercayai

Jangan Begitu Mudah Anggap Anak Indigo

Kalau anak merasa melihat ada makluk lain dipohon ,Bahkan “berkomunikasi “dengan “makluk tersebut ,Jangan begitu mudah anggap anak indigo, Atau memiliki the six sense atau indra keenam

 Memang ada orang yang mendapatkan karunia khusus dan mampu menjadi Clairvoyance, yakni kemampuan untuk melihat aura yang terpancar dari makluk hidup. Tapi bukan berarti setiap terjadinya penyimpangan prilaku langsung secara serta merta dianggap “Clairvoyance”.

Kata Clairvoyance ini berasal dari bahasa Perancis, yang kemudian disejajarkan dengan kata “Clear Audience “ dalam kosa kata bahasa Inggeris.

Berbagi Pengalaman

Dari begitu banyak kejadian yang dijumpai selama belasan tahun berada ditengah tengah masyarakat, mendengarkan keluhan mereka dan mencoba membantu mereka mendapatkan jalan keluarnya, terdapat sepasang suami istri yang membawa putranya ke hotel tempat kami menginap.

 Menurut orang tuanya, putranya yang bernama Zainal (bukan nama sebenarnya) berumur 28 tahun, baru saja minta berhenti dari pekerjaannya, karena merasa orang sekantornya semuanya bertingkah laku aneh. Padahal menurut orang tuanya. Zainal memiliki “kemampuan” yang tidak dimiliki orang lain.

Saya minta berbicara 4 mata dengan Zainal. Begitu berhadapan, saya sudah dapat memastikan bahwa Zainal mengalami gangguan kejiwaan yang cukup parah.Walaupun mulutnya berbicara dan berhadapan dengan saya, tapi matanya seakan kosong,tanpa ekspresi. “Saya bisa berbicara dengan makluk astral Om. “kata Zainal tanpa ditanya. “Herannya semua teman teman dikantor, menertawakan saya. Padahal mereka tidak tahu,bahwa saya memiliki kemampuan yang orang lain tidak memilikinya”Gaya berbicaranya ,persis seperti memutar ulang rekaman dari tape recorder. Mendatar dan tanpa ekspresi sama sekali.

Sedang berbicara mengenai topik “makluk astral” tiba tiba Zainal beralih topik pembicaraan, yang sama sekali tidak berhubungan dengan topik pertama Penampilan gagah, perlente, namun sangat disayangkan, mungkin karena orang tua tidak paham, maka bukannya membawa putranya untuk ke psikiater malah disangka anak Indigo.

Bagaimana menerapinya, tentu tidak etis saya tuliskan, karena akan ada kesan promosi terselubung. Setidaknya melalu artikel ini dapat menjadi pengingat bagi orang tua agar bila anak anaknya memperlihatkan prilaku seperti yang disebutkan diatas, untuk sesegera mungkin membawa anaknya untuk diperiksa ke Psikiater.

Karena bila dibiarkan berlarut, bisa saja terjadi. Anak yang mengalami gangguan kejiwaan tersebut melukai orang lain atau malah melukai diri sendiri, dan yang paling fatal adalah menghabisi hidupnya, karena menganggap semua orang di dunia ini, tidak mempercayainya.

Tulisan ini bukanlah hasil kajian ilmiah melainkan berdasarlkan data data yang berhasil dihimpun selama perjalanan panjang lebih dari 15 tahun sebagai pendiri salah satu yayasan sosial, terdaftar di Dep. Kesehatan R.I. yang bergerak dibidang terapi bioenergi.

Dapat Diatasi Bila Ditangani Sedini Mungkin

Salah satu anak ponakan kami juga terkena gangguan kejiwaan dan menunjukkan hampir persis tingkah laku seperti diuraikan diatas, Namun, karena sejak dini diajak untuk bergaul dengan teman teman, diajak jalan ke mall, sampai ikut main di Time Zone, secara tidak langsung menyebabkan dalam waktu tidak sampai setahun sudah hampir puli. Kini ia mampu berdiskusi dengan teman teman sebaya, bisa protes dan bisa gembira. Boleh dikatakan walaupun mungkin belum seratus persen normal. namun sudah mampu menjadi manusia yang mandiri dan bergaul seperti anak anak muda lainnya.

Oleh karena itu,alangkah baiknya, sedini mungkin memperhatikan tingkah laku anak anak kita, Bila sudah berhari hari menunjukkan siap berdiam diri, menyendiri dan sama sekali tidak mau diganggu, berarti something wrong pada anak tersebut,

Cegahlah sebelum terlambat, betapapun sibuknya kita, Jangan lupa, keluarga adalah prioritas utama dalam hidup ini.. ** (ak)

Sumber tulisan : kompasiana.com

Sumber foto:tumbuhkembang.info

 

Wednesday, March 23, 2016 - 08:45
Kategori Rubrik: