Waspadai Next Snouck Hurgronje

ilustrasi

Oleh : M Yusmadi

Kontroversi Snouck Hurgronje Dengan Tipu Muslihat Kemualafan Dan Teori Konspirasi Yang Menjadi Inspirasi Bagi Para Pengkhianat Bangsa Untuk Memanfaatkan Agama Demi Mengubah Tatanan Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara.

Christian Snouck Hurgronje Jr Lahir Di Tholen Oosterhout Belanda Pada 8 Februari 1857 Dan Meninggal Pada 26 Juni 1936 Di Leiden Belanda.

Snouck Hurgronje Merupakan Anak Keempat Dari Pendeta J.J. Snouck Hurgronje Dan Anna Maria Christiaan De Visser Yang Merupakan Pendeta Kristen Protestan Yang Sangat Konvensional Dan Ortodoks
Namun Pada Akhirnya Harus Di Pecat Dari Gereja Hervormd Di Tholen (Zeeland) Pada 3 Mei 1849 Akibat Terlibat Skandal Asusila.

Snouck Hurgronje Lulus Dari Universitas Leiden Belanda Pada Tahun 1875 Untuk Mata Kuliah Ilmu Teologi Dan Sastra Arab Dengan Predikat Cum Laude Melalui Disertasi Yang Berjudul Het Mekaansche Feest (Perayaan di Mekkah)

Snouck Hurgronje Di Kenal Sebagai Pegiat Teori Deislamisasi Dan Imperialisme Terhadap Negeri Negeri Jajahan Kerajaan Belanda.
Fakta Menarik Darinya Adalah Kehebatannya Dalam Menghapal 30 Juz Al Qur'an Dan Memanfaatkannya Untuk Memuluskan Kekuasaan Kerajaan Belanda Menguasai Daerah Jajahananya.

Salah Satu Mentor Yang Sangat Berpengaruh Dalam Hidup Snouck Hurgronje Adalah Theodor Nöldeke.
Seorang Orientalis Dan Pakar Kearaban Dari Jerman.
Sang Penulis Buku Geschichte Des Qurans (Sejarah Al Quran) Yang Kontroversial Di Tahun 1860.

Kepada Nöldeke Melalui Sebuah Surat Snouck Menegaskan Bahwa KeIslaman Dan Semua Tindakannya Adalah Sebuah Strategi Atau Siasat Untuk Menipu Kaum Muslimin Agar Bisa Mendapatkan Informasi Yang Akan Memudahkan Kerajaan Belanda Dalam Menguasai NUsantara.

“ Saya Masuk Islam Hanya Pura Pura Karena Inilah Satu Satunya Jalan Agar Saya Bisa Diterima Masyarakat Di Hindia Belanda (Indonesia) Yang Terkenal Sangat Fanatik "

Pada Tahun 1876 Saat Menjadi Mahasiswa Di Leiden Belanda.
Snouck Hurgronje Mengatakan :

“ Adalah Kewajiban Kita Untuk Membantu Penduduk Negeri Jajahan (Indonesia) Agar Terbebas Dari Islam ".

Dari Semua Fakta Ini Dapat Di Ambil Kesimpulan Bahwa Masuk Islamnya Snouck Hurgronje Itu Bukanlah Karena Hidayah Dan Kerelaan Semata.
Dia Masuk Islam Dengan Maksud Untuk Memporak Porandakan Umat Islam Dari Dalam.
Dan Tentu Karena Ada Kepentingan Politik Dan Aroma Kekuasaan Di Dalamnya.

Pertanyaannya Sekarang Adalah Mungkinkah Jejak Dan Taktik Licik Dari Orientalis Kenamaan Ini Telah Terjadi Di NKRI ?
Jawabannya Adalah Sangat Mungkin Bisa Terjadi
Bahkan Mungkin Saja Saat Ini Sudah Terjadi

Apakah Mungkin Ada Orang Yang Berani Berpura Pura Seperti Snouck Hurgronje Di Indonesia ?
Sekali Lagi
Mungkin Saja Ada
Dan Bahkan Mungkin Dia Lebih Berani Daripada Snouck Hurgronje Yaitu Dengan Terang Terangan Menyatakan Keislamannya

Ciri Cirinya :
Orang Ini Pandai Mengeksploitasi Sesuatu Dan Menebar Provokasi Dimana Mana.
Orang Ini Lihai Meracik Strategi Untuk Menghasut Dan Mengadu Domba Sesama Anak Bangsa.
Orang Ini Tidak Ingin Melihat Masyarakat Indonesia Aman Damai Dan Sejahtera.
Orang Ini Berusaha Membenturkan Agama Dengan Negara.
Orang Ini Ingin Merusak Agama Dengan Teori Teori Palsunya.
Orang Ini Mau Menghancurkan Tatanan Bangsa Dengan Pendapatnya Yang Kebablasan Dalam Agama.
Orang Ini Tidak Ada Sedikitpun Rasa Cinta Kepada Tanah Airnya.
Orang Ini Tidak Mempunyai Rasa Terima Kasih Terhadap Para Pejuang Bangsa.
Orang Ini Tidak Pernah Merasa Bangga Hidup Di Negara Tumpah Darahnya.
Dan Orang Ini Tidak Begitu Menguasai Agama Namun Selalu Membawa Bawa Nama Agama Di Dalam Komentarnya.

Jika Ingin Merusak Suatu Negara.
Maka Para Pengkhianat Bangsa Akan Memakai Segala Cara.
Seperti Menyebar Fitnah Dan Adu Domba.
Atau Membuat Konflik Antara Agama Dengan Agama Lainnya.
Menciptakan Kericuhan Dan Keresahan Di Kalangan Masyarakatnya.
Dengan Berbagai Aksi Massa Dan Gerakan Gerakan Yang Tidak Ada Manfaatnya
Dan Semua Itu Di Lakukan Dengan Dalih Atas Nama Agama Belaka.
Padahal Tujuannya Untuk Kepentingan Politik Dan Kekuasaan Semata.

Sebagai Pemeluk Agama Terbanyak Di NUsantara.
Islam Menjelma Menjadi Salah Satu Poros Utama Indonesia.
Keharmonisan Antara Islam Dan Agama Lainnya.
Telah Menjadi Tiang Pondasi Keutuhan Bangsa Dan Negara.

Toreransi Dan Saling Menghargai.
Kebersamaan Dan Saling Memahami.
Menjaga Keberagaman Dan Menghormati Perbedaan.
Membuat NKRI Menjadi Kekuatan Yang Tidak Mudah Untuk Di Goyahkan

Semoga Dengan Gelora Semangat Hubbul Wathon Minal Iman.
Kita Semua Bersama Sama Melangkah Ke Satu Tujuan.
Merawat Dan Melestarikan Kecintaan Kepada Agama Bangsa Dan Negara Sebagai Satu Kesatuan.
Tanpa Perpecahan Dan Perselisihan

Waspada
The Next Snouck Hurgronje Is Made In Indonesia

Sumber : Status Facebook M Yusmadi

Friday, January 24, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: