Waspadai Gejala Perang Suriah Mulai Ada Di Indonesia

REDAKSIINDONESIA-Tak banyak yang diketahui orang tentang apa sebenarnya terjadi di Suriah, sebagian media mainstream menyudutkan Assad sebagai pemimpin sadis yang tega membunuh rakyatnya, media-media independen menyampaikan kebenaran tidak terlalu nyaring karena terhambat oleh media-media raksasa.

Pernyataan Duta besar Indonesia untuk Suriah telah membuka fakta tentang apa yang terjadi sebenarnya, silahkan simak pernyataannya pada link artikel kami berikut:

Inilah Yang Terjadi di Suriah, Jangan Sampai Terjadi di Indonesia

Kami mencari berita-berita penyeimbang dari situs-situs berita non mainstream, keterangan Dubes Indonesia lebih bisa dipercaya karena tidak ada kepentingan keberpihakan sedangkan media mainstream bisa di setir karena hidup matinya media tersebut ada di pemegang saham.

Setelah mencari informasi-informasi, kami menemukan ada kesamaan-kesamaan gejala menjelang perang berkepanjangan di suriah dengan apa yang sedang terjadi di Indonesia, hal-hal ini perlu di tanggapi pihak keamanan dalam hal ini BIN, Polri dan TNI.

Berikut Gejala Perang Suriah yang Sudah ada di Indonesia

Menciptakan Image Negatif Terhadap Presiden dan Adu Domba Presiden VS Islam

Suriah

Suriah adalah negara demokrasi yang dipimpin oleh seirang presiden sama seperti Indonesia, menjelang perang berkepanjangan tudingan-tudingan fitnah sudah menyerang Presiden Suriah Bashar Al-Assad, Assad di fitnah sebagai Syiah yang memerangi mulim Sunni, propaganda adu domba ini disebarkan sangat masif di kalangan masyarakat sehingga banyak masyarakat terperdaya dan ikut membenci Presidennya.

Indonesia

Kalau di Indonesia saat ini sedang marak disebarkan oleh sekelompok orang, fitnah Presiden Jokowi adalah PKI dan memerangi umat islam sangat aktif disebarkan melalui sosial media, aksi demo besar-besaran kasus dugaan penistaan agama yang murni pergerakan umat dimanfaatkan oleh tukang fitnah untuk memperkuat tuduhan fitnah Presiden PKI.

Melalui sosial media fitnah ini sangat masif disebarkan, buktinya setiap anda membuka sosial media facebook anda akan sangat mudah menemukan ftnah-fitnah ini, banyak foto-foto editan di bubuhi kata-kata penuh hasutan kebencian bertebaran.

Sayangnya pihak Kepolisian kurang cepat menanggapi dan mencari dalang penyebar isu fitnah PKI ini, masyarakat perkotaan mungkin sudah pintar dan tidak mempercaya fitnah ini, namun masyarakat di perdesaan yang baru melek internet di daerah-daerah banyak yang mempercayai isu ini, mereka menganggap fitnah disebar di sosial media ini adalah info yang sahih alias benar.

Oposisi yang di Tunggangi oleh Kelompok Radikal

Suriah

Kelompok oposisi dan pendukung pesaing Assad yang kalah dalam pemilu ditunggangi oleh kelompok radikal, masyarakat oposisi inilah yang paling mudah dihasut karena mereka sudah menyimpan rasa tidak suka karena jagoannya dikalahkan oleh Assad, masyarakat oposisi inilah yang selalu di cokoki informasi fitnah sehingga tercipta kemarahan dan kebencian yang semakin membara, tudingan-tudingan fitnah terus digencarkan agar masyarakat ini mau di ajak turun ke jalan.

Sebelum perang berkepanjangan, di Suriah ada gelombang demo besar-besaran dengan memakai nama oposisi, mereka melakukan aksi-aksi yang lama-kelamaan mulai menjurus ke penggulingan presiden, awalnya demo-demo ini hanya bersifat lokal dan cukup kondusif, namun aksi demo berubah aksi kerusuhan dan anarkis, pemerintah berupaya menangkap provokator-provokator namun di fitnah pemerintah menghalangi kebebasan berpendapat dan berbuat zalim.

Indonesia

Pemerintah sudah menyatakan temuan fakta seputar aksi demo besar 411 dan 212, ada kelompok-kelompok radikal terorisme menyusup ke dalam aksi demo bela Islam jilid 2 dan jilid 3 tersebut, besarnya animo masyarakat dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan tertentu.

Polisi juga mengungkap ada kelompok-kelompok yang berupaya menggulingkan pemerintah dengan menggiring massa, penangkapan kelompok-kelompok teroris belakangan ini juga dijadikan fitnah oleh pihak-pihak tertentu bahwa pemerintah anti kritik dan menangkapi orang-orang pembela Islam pengkritik pemerintah, bumbu penyedap fitnah aksi Presiden saat ini adalah bukti kebangkitan PKI memerangi Islam, sungguh fitnah yang sangat keji.

Fitnah ini sekali lagi sangat dipercaya masyarakat terutama di daerah-daerah, masyarakat yang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di racuni dan di cuci otaknya dengan informasi fitnah.

Saling Serang Muslim Kelompok Pro Pemerintah dengan Muslim Kontra Pemerintah di Tunggangi Radikal

Suriah

Fitnah Assad adalah Syiah dan memerangi umat Islam Sunni Suriah terbantahkan dengan fakta, mana mungkin presiden memerangi umat Islam di negara mayoritas islam bisa  bertahan 5 tahun sampai saat ini, kalau memang Assad memerangi umat islam tentu dia sudah di kudeta militer yang di isi sebagian besar di isi muslim Sunni.

Perperangan di Suriah bukan semata peperangan antara teroris pemberontak melawan pemerintah, kelompok-kelompok Islam juga ikut membantu pemerintah dengan sukarela memerangi kelompok teroris, namun di pemberitaan propaganda fakta ini dibelokkan masyarakat kafir dan syiah ikut membantu Assad memerangi umat Islam.

Indonesia

Ada upaya-upaya membenturkan antara sesama umat islam, sikap-sikap intoleransi kelompok tertentu membuat organisasi Islam mulai gerah, diduga ada kelompok yang memanfaatkan kejadian baru-bru ini untuk memanaskan situasi dan menciptakan kebencian antar umat.

Pemerintah mendapat dukungan besar dari ormas-ormas islam dalam berbagai keputusan pemerintah yang dianggap positif, ormas-ormas pendukung pemerintah ini juga menyampaikan kritik membangun apabila ada kekeliruan yang mungkin dilakukan oleh pemerintah.

Intoleransi Meningkat, Hasutan Terhadap Minoritas Mencuat

Suriah

Masyarakat Suriah sebagian besar muslim hidup harmonis berdampingan dengan masyarakat minoritas, namun menjelang perang berkepanjangan mencuat isu-isu permusuhan antara mayoritas dan minoritas, isu mengubah Suriah dari negara Demokrasi menjadi negara Islam didengungkan di iringi terhadap intimidasi terhadap minoritas.

Intimidasi memancing penyerangan kepada mayoritas, bahkan kelompok teroris radikal mulai menyerang gereja-gereja dan memaksa minoritas untuk memeluk agama Islam, bagi yang melawan dan tidak mau mengikuti perintah maka akan di hukum mati dengan cara di pancung, dilempari batu, dijatuhkan dari gedung tinggi bahkan dibakar hidup-hidup.

Indonesia

Intoleransi mencuat baik di sosial media maupun di dunia nyata, intimidasi dan memancing kemarahan antar umat beragama sedang disebarkan dengan luas melalui sosial media, Indonesia memiliki keberagaman yang lebih banyak dari pada Suriah, di sini ada keberagaman agama, suku dan ras yang terbingkai erat hidup harmonis.

Diduga saat ini ada kelompok adu domba dan ingin merusak bingkai ke Bhinekaan sehingga masyarakat berserakan terpecah belah, sejarah kelam di Indonesia berpotensi untuk dibangkitkan kembali, mulai lah propaganda adu domba di sosial media menyulut konflik Islam VS Kristen, Pribumi dengan Keturunan Etnis Tionghoa dan saling serang antara ormas Islam.

Penutup

Marilah kita bijak menghadapi gejolak-gejolak yang ada belakangan ini, mari kita belajar dari Suriah, jangan sampai terpancing adu domba dan propaganda kelompok perusak.

Logikanya, kalau memang Assad memerangi dan membantai Umat Islam kenapa masyarakat Aleppo sangat gemgira ketika kota mereka berhasil di duduki oleh pasukan pemerintah Suriah dan sekutu Rusia?

Lihatlah foto diatas, kegembiraan masyarakat Aleppo dengan memajang foto Bashar Al-Assad Presiden yang dituding membantai umat Islam.

Lihatlah foto diatas, betapa indahnya kota Aleppo sebelum pemberontak dan teroris radikal menduduki kota ini.

Kepada pihak keamanan dan pertahanan, besar harapan kami agar propaganda-propaganda yang disebar masif melalui sosial media di basmi sampai ke akar-akarnya, inilah yang dinamakan Proxy War dan Modern Warfare dimana teknologi dimanfaatkan untuk mencipatakan prajurit-prajurit perang yang siap saling serang dan menyerahng pemerintah, perang Ideologi untuk menggulingkan pemerintahan.

Kepada pembaca kami yang budiman, tips untuk mengalahkan tukang adu domba ini adalah tetap diam dan menahan diri agar tidak tersulut emosi, cara inilah yang paling ampuh untuk membantu pemerintah dan aparatnya menumpas provokator.

Kalau kita terpancing emosi dan ikut ber reaksi tentu pihak keamanan akan terforsir pemikiran dan tenaganya untuk mengamankan kita, mari salurkan energi kekesalan anda dengan membagikan ulasan ini agar banyak dilihat orang agar semakin banyak orang yang menahan diri sehingga kerja Polisi dan TNI semakin mudah.

Bagikan ulasan ini melalui akun sosial media anda, Terimakasih.**

Sumber : akuraik.com

Wednesday, December 21, 2016 - 12:30
Kategori Rubrik: