Waspada HTI Di DKI

ilustrasi

Oleh : Cak Soed.

Kementrian Dalam Negeri dan Pemerintah beserta aparatnya harus segera bertindak tegas, karena indikasi bahwa ASN dijajaran Pemda DKI dikuasai oleh ormas terlarang HTI sudah sangat jelas.

Pemerintah tidak boleh menutup mata akan hal ini, karena sudah jelas bahwa HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) sudah dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Kenapa HTI dinyatakan terlarang?

Karena HTI secara jelas dan nyata menolak Pancasila dan ingin mendirikan negara kilafah.

HTI yang berasal dari jazirah Arab sana, didaerah asalnya sana sudah dilarang juga, dan banyak negara Arab yang melarang HT berdiri disana, karena HT sejatinya itu adalah Partai yang membawa agama sebagai dasarnya.

Dan sudah banyak bukti bahwa mereka hanya menebar teror dan merusak sistem ketatanegaraan.

Pemerintah RI, pada 19 Juli 2017, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-30.AH.01.08 tahun 2017 yang didasarkan pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, secara resmi telah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia.

Pembubaran HTI dilandasi atas ideologi yang mereka bawa -- pendirian negara syariah -- dinilai tidak sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945.

Aneh dan maaf kalau dibilang bodoh kalau di jaman medsos ini ada pihak atau pejabat di Pemda DKI yang menyatakan bahwa mereka tidak tahu bahwa HTI sudah dilarang, ini terjadi saat Pemda DKI mengundang beberapa Ormas untuk ikut dalam pertemuan pembahasan programnya, dan bila tidak diviralkan sudah pasti ormas underbow HTI itu ikut dalam pertemuan tersebut, Ini indikasi bahwa pejabat dilingkungan Pemda DKI adalah anggota atau simpatisan ormas terlarang itu.

Kemudian kejadian baru- baru ini saat Pemda mengundang seorang yang bernama Felix siauw, yang videonya viral di media sosial.

Dalam videonyanya orang ini nyata-nyata mendukung kilafah dan anti Pancasila dan dia ternyata sudah menjadi anggota HTI sejak 2006. Nah kenapa dia bisa diundang ke Balaikota?

Tidak mungkin mereka tidak tahu kalau manusia bernama Felix siauw ini bukan anggota HTI, videonya loh viral ,apa Pemda DKI miskin semua tidak punya HP Android? Mikir.

Setelah gubernur seiman keturunan Yaman berkuasa di DKI memang banyak hal yang aneh terjadi, tidak heran karena berkuasanya pribumi dari Yaman itu kelihatannya juga berkat dukungan ormas terlarang HTI, mau menyangkal ?

Banyak bukti gambar dan videonya di medsos. Jaman genital gini eh maaf digital, jejak digital paling mudah ditemukan dan susah dihapus nya. Padahal di Yaman sendiri HT juga dilarang.

Inilah kalau heng pon dipakai untuk menyebar hoax dan tidak dipakai untuk hal yang positip mencari informasi tentang HT misalnya.

Sodara inilah masalahnya jika berhutang budi demi kekuasaan, tepatnya sih berhutang suara, karena tanpa dukungan ormas terlarang itu siapa juga yang mau mendukungnya, selain tanpa prestasi, juga hanya pandai memutar balik kata.

Bisa jadi ulah Gubernur DKI ahli tata kata itu ada hubungannya dengan junjungannya yang memberi kursi Gubernur kepada dia, siapa lagi kalau bukan Prabowo si ahli merawat kuda itu, gila apa rakyat dianggapnya bodoh tidak bisa mikir kalau aksi yang dilakukan si ahli tata kata itu bisa jadi tujuannya menggalang massa untuk mendukung aksi di MK, kenapa bisa demikian?

Ya ampun Bambang..., kan kita juga sudah ngerti semua bahwa dimana ada Prabowo Sandi kampanye pasti ada bendera HTI itu, yang walaupun mereka menyangkal bahwa itu bendera mereka, kenyataannya itu simbol dan bendera mereka. Lalu banyak pentolan HTI juga menjadi anggota BPN , sudah jelaskan hubungannya.

Nah sampai disini anthum harusnya faham bahwa ormas terlarang HTI rupanya berpikir bahwa dia punya saham atas kursi Gubernur dan mereka akan melakukan agendanya, ini yang harus diwaspadai oleh oleh pemerintah.

Pemerintah harus tegas dengan dasar peraturan itu dan menindak tegas oknum- oknum ASN yang terlibat dengan organisasi terlarang itu.

Karena sudah sangat mengkhawatirkan, bisa jadi mereka juga ingin mensuriahkan Indonesia dimulai dari Jakarta, kalau begini bangsa ini akan hancur dan NKRI akan lenyap, karena disinyalir HTI tidak hanya menyusupi ASN DKI saja bahkan disetiap institusi pemerintah mereka sudah masuk.

#NKRIhargamati

Sumber : Status Facebook R Eriza Avianto

Friday, June 28, 2019 - 20:00
Kategori Rubrik: