Waspada Bajakah

ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Tentu kita bangga ketiga siswa SMA asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, meraih medali emas di Korea Selatan berkat penelitian mereka terkait tanaman bajakah. Kompas memberitakan Berdasarkan temuan para siswa itu , tanaman bajakah disebut bisa menyembuhkan kanker. Saat ini, pengobatan kanker masih dilakukan melalui kemoterapi atau operasi untuk membuang sel kanker yang menggerogoti tubuh. Bahkan diklaim bajakah bisa menyembuhkan kanker, bahkan kanker ganas stadium empat sekalipun.

Benarkah ?

Jika benar maka ini merupakan terobosan luar biasa pengobatan kanker karena sampai sekarang milyaran dollar sudah dihabiskan untuk meneliti obat kanker tapi hasilnya masih belum memuaskan. Sementara bajakah belum bisa diklaim sebagai obat mujarab karena belum melalui serangkaian uji klinis yang standard.

Meskipun demikian ada harapan asalkan pemerintah segera bertindak cepat mengambil alih penelitian bajakah yang bisa menjadi asset nasional. Jika berhasil, negeri ini akan menjadi kaya raya karena bisa memproduksi obat kanker dari segala jenis.

Peran serta pemerintah yang harus sigap dan cepat mengatasi ini adalah mencegah klaim sepihak tentang tanaman mujarab itu. Penjarahan tanaman ini segera terjadi jika tidak dicegah sejak awal dan akan menimbulkan keributan.

Bisnis penjarahan bajarah bisa menghasilkan milyaran rupiah tanpa diketahui lebih lanjut khasiat tanaman itu secara klinis.

Peran aktif pemerintah segera melakukan pengawasan ketat terhadap pengambilan bajarah itu juga terkait dengan pencurian plasma nuftah dan keaneragaman hayati oleh pihak asing.

Penemuan siswa SLTA seberapapun sumirnya mengandung harapan. Dana riset besar-besaran membuat farmasi asing secara diam-diam meneliti kandungan bajarah itu. Jika memang benar segera diekstrasi elemen kimiawinya dan mengambil elemen bajarah untuk dibuat obat. Indonesia- apalagi siswa itu- tidak kebagian apa-apa, sementara perusahaan farmasi kaya raya.

Kewaspadaan juga mesti ada bagi para penderita kanker dan keluarganya. Silahkan memanfaatkan tanaman itu secara berfikir rasional bahwa bagaimanapun obat-obatan yang tersedia harus dan wajib dikonsumsi.

Dan tidak berfikir obat ini menyembuhkan. Tapi memberi harapan.

Kita patut menghargai ketegasan para pembimbing siswa untuk tidak memberikan detil jenis tanaman bajakah yang diteliti siswanya.

Dan dalam hal ini, sekali lagi, kita sangat berharap Kementerian Kesehatan atau LIPI untuk menerjunkan para pakarnya untuk meneliti bajakah.

Agar euphoria bajakah bisa dicegah.

Agar tidak terjadi kerusakan lingkungan akibat penjarahan besar-besaran

Agar media tidak berlebihan bahkan serampangan memberitakan bajakah yang masih belum teruji secara klinis. hanya untuk mendulang click bait

Kita tunggu pemerintah bergerak..

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan
 
 
Thursday, August 15, 2019 - 09:15
Kategori Rubrik: