Was-Was Al Fulitikiyah

Ilustrasi

Oleh : Jody Ananda

Salah satu ciri khas setan, menurut Al Quran, adalah membisikkan perasaan was-was, khawatir dan ketakutan berlebihan yang dipadu dengan angan-angan.

Dalam melakukannya, tentu setan tak akan mengaku sebagai setan, tapi sebagai sesuatu yang tampak baik, bernilai ketuhanan, atau bahkan mengaku sebagai Tuhan itu sendiri. Kisah perjalanan tokoh sufi bergelar Sulthon al Auliya, Syaikh Abdul Qadir Jailani qs. menunjukkan sebuah episode dimana Iblis, setan yang paling setan, mengaku sebagai Tuhan.

Setan paling sering memposisikan dirinya sebagai penasihat. Saat menggoda Adam & Hawa, ia berkata, "Sesungguhnya aku adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua."

Karena itulah, sebagai manusia, kita wajib menggunakan akal sehat, dengan pikiran dan hati yang bersih, sehingga bisa membedakan antara nasihat dengan provokasi, ujaran moral dengan ujaran kebencian, anjuran kebaikan dengan anjuran syahwat.

Apalagi yang didasari syahwat dan was-was al fulitikiyyah tak berdasar. #Madzhab69

Sumber : Status Facebook Jody Ananda

Saturday, April 21, 2018 - 15:00
Kategori Rubrik: