Warisan Berharga Dari Sang Kakek

ilustrasi

 

Oleh : Herry Tjahjono

Jan Ethes (dan cucu Jokowi lainnya) kelak harus berterima kasih pada kakeknya. Bukan karena menerima warisan harta berlimpah, atau ketenaran melintasi benua. Bukan.

Jokowi, sang kakek - mewariskan karakter utama dan mulia sebagai anak manusia. Usia balita adalah usia paling potensial untuk ditanami atau dibentuk apapun (teachable moment).

Ethes melihat bagaimana sang kakek dihormati di mana-mana sebagai RI-1, maka dari sana dia belajar tentang kepercayaan diri. Bukan belajar tentang kesombongan, sebab pada saat yang sama sang kakek demikian ramah dan tulus menerima semua rakyatnya. Ethes belajar tentang kerendahan hati pada saat yang sama.

Ethes juga belajar bagaimana sang kakek memperlakukan sang istri, anak-anaknya dengan perilaku suami dan ayah yang diharapkan.

Ethes bahkan belajar bagaimana sang kakek memuliakan Tuhannya setiap saat, juga mengandalkan Tuhannya - bukan petentang-petenteng sebagai presiden.

Masih banyak pelajaran lainnya - berupa nilai-nilai kehidupan utama - yang ditanamkan ke bawah sadarnya. Bahkan tanpa sadar Ethes belajar tentang kesabaran, kepasrahan, keteguhan menghadapi berbagai tikaman lawan yang jahat dan busuk.

Ethes belajar bagaimana menghadapi badai-badai terbesar dunia, dan mengepakkan sayap rajawali melintasi badai itu.

Nyali rajajawali sedang ditanamkan pada anak kecil yang tampan itu. Nyali rajawali yang setia sampai akhir, meski berdarah-darah - untuk menjaga amanah dari langit.

Sang kakek sedang mewariskan sesuatu paling berharga pada cucunya : bagaimana menjadi manusia mulia yang merunduk, namun dengan keberanian tanpa tanding menghadapi badai dunia.

Ethes, calon rajawali perkasa bagi negeri ini kelak...

-HT-

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Friday, April 12, 2019 - 20:00
Kategori Rubrik: