Wanita Keluar Malam Sendirian

ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Wanita boleh keluar rumah tanpa disertai mahram, selama aman dari fitnah; situasi yang membahayakan dirinya dan kehormatannya. Konsep ini yang saya yakini. Dan tentu saja bukan pemahaman tunggal.

Ada pandangan lain, bahwa perempuan boleh keluar rumah hanya ketika darurat atau ada hajat. Darurat seperti berobat, atau mencari nafkah untuk diri dan anaknya, karena tidak ada yang menanggung kehidupannya. Atau karena hajat, seperti sholat jamaah dimasjid, menengok orang sakit, menziarahi orang tua dan seterusnya.

Secara definitif darurat:
الضرورات : هي الأمور التي لا تستقيم الحياة بدونها

Yang termasuk dalam klasifikasi darurat adalah urusan yang jika ditinggalkan, akan menyebabkan kesulitan dan hidup tidak bisa berjalan dengan baik (kematian karena tida berobat, atau kelaparan karena tidak ada nafkah dan pendapatan).

, وأما الحاجيات : فهي التي يحتاج إليها الناس للتوسعة ورفع الحرج , ولا تصل الى حدّ الضرورة , بحيث إذا فقدت لا يترتب على ذلك اختلال نظام الحياة , ولكن يلحق الناس بسبب ذلك حرج وضيق , مثل الرخص التي شرعها الله تعالى تيسيرًا على العباد . ومثل مشروعية البيع والشراء .
Adapun yang termasuk hajiat, hajat adalah aktivitas yang membuat manusia merasa lapang dan menghilangkan kesempitan, tidak sampai pada taraf membahayakan jika ditinggalkan tapi membuat kehidupan sempit dan sulit. Seperti ijin untuk berjamaah sholat dimasjid, belanja dipasar (untuk kebutuhan hidup).

{ وقرن في بيوتكن } .

Dalilnya firman Allah yang menyebutkan hendaklah kaum wanita (pada saat turun ayat ; para istri Nabi) berdiam diri dirumah.

Al-Qurthubi mengkonfirmasi dalam tafsirnya berdasarkan dalil lain, ayat tersebut berlaku untuk wanita lain selain istri Nabi;

وقال القرطبي في الجامع لأحكام القرآن : " معنى هذه الآية الأمر بلزوم البيت وإن كان الخطاب لنساء النبي صلى الله عليه وسلم فقد دخل غيرهن فيه بالمعنى هذا لو لم يرد دليل يخص جميع النساء كيف والشريعة طافحة بلزوم النساء بيوتهن والانكفاف عن الخروج منها إلا لضرورة "

Al-Alusi dalam Ruhul Maani, Badrudin al-Aini dalam Umdatul Qari, Al-Syaukani dalam Nailul Authar, Ibn Hajar dalam Fathul Bari, setuju dengan pandangan Al-Qurthubi, misalnya beliau menulis;

فالواجب على المرأة أن تعمل في بيت زوجها , وقد ترجم البخاري في صحيحه : باب عمل المرأة في بيت زوجها قال العيني أي هذا باب في بيان عمل المرأة في بيت زوجها.فأورد فيه حديث علي رضي الله عنه في طلب فاطمة رضي الله عنها الخادم . وفي رواية أبي داود : قال صلى الله عليه وسلم : ( اتقي الله يافاطمة وأدي فريضة ربك واعملي عمل أهلك فإذا أخذت مضجعك فسبحي ثلاثًا وثلاثين واحمدي ثلاثًا وثلاثين وكبري أربعًا وثلاثين فتلك مائة فهي خير لك من خادم , قالت رضيت عن الله عزوجل وعن رسوله صلى الله عليه وسلم )
قال العيني في عمدة القاري : " وهذا يدل على أن فاطمة رضي الله تعالى عنها كانت تطحن والتي تطحن تعجن وتخبز وهذا من جملة عمل المرأة في بيت زوجها" .
Walhasil domestifikasi perempuan dirumah suami menjadi pandangan umum ulama masa itu. Sampai disebutkan Sayidah Fathimah menggiling gandum juga dirumahnya sendiri. Kaidah untuk wanita,

الأصل أن المرأة مأمورة بلزوم البيت منهية عن الخروج إلا عند الحاجة
Hukum dasar perempuan itu berdiam diri dirumah, dilarang keluar kecuali ketika ada hajat. (Dengan definisi diatas).

وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ* القصص :23

Alasan putri Nabi Suaib bekerja menggembala kambing karena ayah mereka berdua sudah sangat sepuh untuk bekerja.
(وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ)
Nah, apa yang Anda baca panjang lebar ini adalah fatwa yang sepaket dengan fatwa wajibnya wanita memakai cadar. Jadi kalau menerima kewajiban cadar jangan "runtang-runtung" dijalan, di cafe untuk sekedar makan-makan, Selfi dan aktivitas milenial lainnya.

Kalau masih mau makan mie ayam dipinggir jalan, pakailah pandangan ulama yang lebih luwes; tidak perlu cadaran. Kalau cadaran berarti anda keluar hanya untuk alasan darurat atau hajiat seperti dikemukakan diatas.

Saya tidak melarang menggunakan cadar, tapi menggunakan pakaian seperti itu ditempat umum, khususnya ditanah air, risih dan tidak nyaman.

Melihat perempuan cadaran makan mie ditempat umum rasanya ko risih, Islam seperti memperumit hidup kaum perempuan, yang sudah rumit dengan pengasuhan anak, menyusui dll.

Kesimpulannya yang wajar-wajar saja. Hhhe

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Tuesday, September 15, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: