Wajar Gabener Itu Dipecat Saat Jabat Mendikbud

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Saat Jokowi mulai menjabat sebagai gubernur Jakarta, 3 prioritas utama 100 harinya adalah

• KJP-KJS

• Penanggulangan banjir (revitalisasi Waduk Ria Rio dan Pluit, pengerukan 11 kali dan normalisasi Ciliwung)

• Pengembangan sapra transportasi massal (MRT-LRT dan penambahan rute2 baru TransJ)

**

Mari kita lihat saat ini..
Saat baru seminggu menjabat, gubernur baru Jakarta sudah mendapat "hadiah" banjir di Jatipadang dan Kemang. Keduanya terjadi karena lebar kali di kedua area menyempit.

Terbelenggu JANJI KAMPANYE untuk TIDAK MENGGUSUR, gubernur hanya memerintahkan tanggul diperkuat. Tanggul pun jebol kedua kalinya hanya dalam rentang 2 minggu. Lalu sebulan kemudian. Sampe 4x

Peringatan dari banjir Jatipadang tidak membuat gubernur baru Jakarta memfokuskan segala upaya pemprov untuk antisipasi banjir besar dan siklus 5 taunan

Awal tahun 2018, sepanjang Rasuna Said-Dukuh Atas yang hampir 4 tahun sudah bebas banjir, tergenang hebat. Beserta beberapa wilayah. Akibat hujan lokal yang amat deras dan kiriman dari Bogor

Tak heran..
Saat 2 hari ini banjir lebih dahsyat, gubernur belum memberikan pernyataan visinya tentang pengurangan wilayah banjir. Kehadirannya di lapangan tentu HARUS. Tapi saat ditanya tentang relokasi atau "geser rumah" seperti istilahnya ttg relokasi, gubernur mengelak.

Mungkin..
Penataan 400an PKL (yang nampaknya sebagian salah sasaran) Tenabang, OKE OCE dan pembelaan terhadap per-becak-an lebih penting daripada penanggulangan banjir dan macet

Lihatlah protes keras kepolisian dan ahli tata kota trhadap penutupan jalan Jatibaru. Salah satu jalan vital di Jakarta.

Visi tentang lanjutan pembangunan sapra transportasi massal juga TIDAK TERLIHAT sama sekali dalam 110 hari ini

Dan itu menyedihkan

Pemimpin yang miskin dan keliru skala prioritas.

Tak heran, Presiden Jokowi memecatnya sebagai menteri

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Thursday, February 8, 2018 - 01:45
Kategori Rubrik: