Wahabi Dan Teroris Radikalis Tumbuh Subur Di Beberapa Kampus Dan Ponpes Tahfidz

ilustrasi
Oleh : Abdulloh Faizin
 
Pasca pembubaran HTI berdasarkan  keputusan pemerintah telah mampu mengubur janazah khilafah dari kehidupanya dibumi indonesia ini. 
 
Benar !!! jenazah dan jasadnya terkubur tapi arwah dan niat jahatnya masih bergentayangan  disana sini. Salah satu goa persembunyiannya di beberapa himpunan mahasiswa kampus dan mengikuti alur kamuflase gerakanya. 
 
Gerakanya berkedok agama bertopeng  syar,i berkedok Islami dan sunnah. Gerakan ini yang menjadi foundeng father dari gerakan radikalis indonesia yang berupa gerakan adalah semisal HTI dan politik yang berbau Radikal. 
 
Hampir semua gerakan itu merupakan metamorfosis dari harokah timur tengah yakni wahabi,  HT, jabal Nusroh ikhwanul Muslimin serti IS1S semua tidak lepas dari gerakan profokatif yang menghancurkan negara timur tengah.
 
Dari cara berpakaian yang perempuan memakai niqab atau cadar dan pakaian berlebihan lain laki laki bergamis berkumis celana cingkrang jidat hitam ala dzil khuwaisirah seorang yang menuduh keadilan nabi membagi ghonimah atau bisa di istilahkan Khowarij masa kini. 
 
Selain itu para mahasiswa dijejali doktrinasi jihad serta nyunnah dan yang paling parah gemar menuduh bidah sesat kafir dan musrik kepada yang tidak sepaham bahkan dengan ibu bapaknya saja dimusuhi dan tak pernah didoakan Naudzu billah. 
 
Inilah konsekwensi mengkuliahkan anaknya tanpa filter yang jelas bahkan orang pertama yang akan dibunuh adalah keluarganya yang dianggap kafir karena tidak meyakini kebenaran keyakinanya.  
 
Ini harus dipahami dan diantisipasi oleh para orang tua jika belum masuk Alhamdulillah jika akan masuk agar di tarik agar tidak terpapar paham radikal. Jika para orang tua masih membiarkan kuliah anaknya dikampus maka sama dengan kendat atau bunuh diri dan akan celaka karena perbedaan keyakinan dengan anaknya. 
Karena doa yang tidak diterima adalah sebab perbedaan keyakinan walaupun orang tua mendoakan anaknya. Dan hanya keyakinan yang mampu ditempatkan dengan tempat sama disurga Alloh. 
 
Alhasil tidak ada tempat pendidikan dari dasar menengah sampai ke perguruan tinggi kecuali di lembaga pendidikan atau pondok pesantren yang dipimpin oleh kiyai Ulama Ahlussunnah waljamaah NU karena doktrinitas lembut Islam Rahmatalil alamin masih ada sebgai konsep materinya. 
 
Dan panutan panutannya harus kiyai kharismatik minimal keluaran pesantren yang dibimbing Ulama terutama Ulama hebat kiyai kiyai Nusantara dan pengembang Islam Nusantara semisal Mbah Maemoen Zubair,  Gus Mus, Habib Lutfi,Prof Dr Said Aqil Siraj, Yai Anwar mansur,  Yai Kafa bih Yai, Nawawi, dan Ulama lain keturunan dan muridya. 
 
Dan Ulama lain yang punya silsilah keilmuan jelas kepada Rasulalloh lewat Mbah Hasyim As, ari dan pendiri NU. Jangan lepas dari itu karena jika lepas maka kita akan menjadi umat yang tidak jelas. 
 
Apalagi mengikuti ustad ustad medsos dari kalangan wahabi dan salafi yang tiap hari provokasi harus dihindari karena jika diikuti maka 5-10 tahun yang akan datang anak anak kita akan menjadi radikal teroris dan pembrontak atas nama agama karena terpengaruh Ustad tersebut. 
 
Pondok Pesantren besar sampai saat ini menurut hemat penulis yang masih mengajari doktrinitas idiologi Aswaja NU antara lain :
 
Pondok lirboyo, sarang rembang,  tambak beras darul ulum, mambaul maarif, mbah arwani kudus,  ploso kediri, sidogori, langitan, lasem, kajen,  dan ribuan pondok lain yang mampu menyelamatkan akidah anak kita.
 
Silahkan dicari dari bergai informasi, jangan terlena dengan pondok takhfid yang asal asalan Seperti yang terjadi saat ini dipanggung panggung tv dan dipublikasikan karena banyak juga dari kalangannya wahabi salafi maka hati hati.
 
Terakhir yang menyebabkan anda bahagia adalah anak yang menyebabkan susah adalah anak yang menyebabkan celaka adalah anak sebelum mayesal sekolahkan dan kuliahkan dikampus yang jadi sarang Radikal serta pondokan di pondok yang meyelamatkan aqidah Waljamaah An Nahdliyah NU, semoga bahagia dan barokah. 
 
Ini cuma mengingatkan bahaya yang mengacam akidah anak kita Trima kasih... 
 
Sumber : Status Facebook Abdulloah Faizin
 
Wednesday, June 5, 2019 - 13:30
Kategori Rubrik: