Voorijder Bu Risma

Jadi, kalau ada pejabat satu daerah, beserta perangkatnya ‘nyap-nyap’ akibat langkah Bu Risma, diduga mesti memang punya borok, dan penyakit. Jangan2 juga memang bodoh. Jangan2 . . .
Santai saja, Pak . . .
Seperti yang Bu Risma katakan pada pegawai ASN Departemen Sosial. Santai saja. Ndak perlu rikuh kalau beliau datang lebih pagi dan pulang lebih larut.
Bukan sebab apa2. Cuma kebiasaan. Refleks. ”Asal sampeyan ndak datang terlambat, itu sudah cukup” tambah Bu Risma. Setelah jam kerja usai, langsung pulang, juga oke. Istilahnya boleh ‘Teng-Go’.
Jika bel tanda usai waktu kerja berbunyi, ‘Teng !’, semua sudah boleh ‘Go’. Pulang . . .
Untuk Voorijder mungkin juga akan ada aturan baru. Bu Risma sering tertinggal di belakang. Karena ketika Voorijder enak2 melenggang di depan cari jalan, tiba2 Bu Risma belok atau berhenti. Karena ada yang menarik atau butuh perhatian.
‘Nanti voorijder di belakang saya saja’. Kata beliau. Santai saja . . .
Bu Risma bukan pula type pamong yang bertindak sekedar respon. Seperti Batman yang baru bergerak jika di tembok menara muncul gambar sorot lambang Batman, kelelawar. Tanda ada warga yang minta bantuan.
Ndak. Respon mesti, tapi juga antisipasi, susun program dan lakukan. Seperti tindakannya sambangi KPK. Beliau butuh dukungan pengawasan.
Oleh KPK, Beliau diminta segera benahi data kependudukan. Agar bansos lebih tepat sasaran. Dan sebenarnya, memang seluruh Departemen mesti punya itu program. Khusus untuk Bu Risma, di Surabaya telah beliau kerjakan dan buktikan.
Pencitraan ? Tentu saja. Ini politik. Emak-emak dibawah sadar selalu butuh itu.
Tapi jangan lupa juga. Bagi Menteri Sosial yang satu ini, Tri Rismaharini, semua serba reflek. Termasuk ‘pencitraan’. Seakan ndak direncanakan.
Nurut beliau, Citra muncul karena ada Karya. Bau wangi selalu muncul dari botol yang berisi minyak wangi, bukan air comberan . . .
Bangsa Kucing, kalau besar dan gagah, kuasai hutan, mesti disebut Macan. Kalau kecil, suka bikin tikus takut masuk rumah, namanya ya Kucing. Orang paham, ndak mungkin nyebut kebalik-balik. Kucing disebut Macan. Macan pun keliru dipanggil sebagai kucing . . .
Jadi . . .
Pray for Sumedang. Semoga tetap mampu tegak, tabah, dan semangat.
Pray for Bu Risma. Tetap semangat, tetap trengginas, dan tetap sehat.
Budhal ! Berangkaaaaat . . . !
Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *