Virus Corona Bukan Untuk Ditakuti tapi Diwaspadai

ilustrasi

Oleh : Shuniyya Ruhama

Pengumuman resmi Presiden Joko Widodo bahwa ada warga negara Indonesia yang positif terkena virus Corona membuat kita khawatir. Karena hal ini menunjukkan bahwa kita saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja.

Namun demikian kita tidak perlu takut secara berlebihan. Hal yang masih wajib kita syukuri adalah virus ini tidak dimulai dari negeri tercinta ini.

Dan di era keterbukaan informasi seperti saat ini, kita bisa belajar dari berbagai negara yang sudah terpapar duluan. Dan ternyata, virus mematikan ini pada umumnya hanya berakibat sangat fatal bagi mereka yang memiliki sakit berat bawaan sebelumnya dan mereka yang daya tahan tubuhnya lemah.

Artinya, kita masih diberikan kesempatan untuk berikhtiyar agar menjadi lebih kebal terhadap virus tersebut. Caranya ialah dengan memperkuat imunitas lahiriyah dan batiniyah kita.

Secara lahiriyah, cara meningkatkan kekebalan tubuh ialah:
- menjaga kebersihan dan kesehatan badan
- istirahat yang cukup ( sekitar 8 jam sehari)
- olahraga sesuai usia dan kemampuan
- cukup terkena sinar matahari langsung dalam waktu tertentu (kurang lebih 10 - 20 menit, diusahakan lebih dari 80% bagian tubuh terkena sinar, jam antara 7 -10 pagi)
- cukupi kebutuhan air dalam sehari ( minimal 8 gelas)
- mengkonsumsi makanan bergizi kaya akan protein, mineral dan vitamin
- selalu berfikir positif dan bahagia.
- bisa juga dengan mengkonsumsi herbal tambahan sebagai pencegahan seperti habbatussaudah dan madu, rempah-rempah lokal (temulawak, temuireng, temuputih, temumangga, brotowali, jahe, sereh, kunyit, mahkotadewa, daun nukilo, dll)

Secara batiniyah bisa kita laksanakan dengan tawakal dan memperbanyak dzikir serta doa yang telah diajarkan oleh para pemuka agama kita.

Jika dalam Islam, diajarkan ada sholawat Thibbil Qulub, ada berbagai wirid dan doa lainnya. Silakan diamalkan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Dalam interaksi keseharian selalu membiasakan:
- lebih sering cuci tangan dengan sabun kesehatan atau handsanitizer
- tutup hidung dan mulut jika batuk atau bersin, atau gunakan masker.
- jangan sering menyentuh hidung dan sekitarnya dengan tangan.
- buang tisue ke tempat sampah jangan dibuang sembarangan
- rajin mandi dan menjaga kesehatan mulut dan gigi.
- hindari tempat tertutup dengan jumlah banyak orang.
- gunakan pemutih dan sejenisnya untuk merendam baju karena bisa menghancurkan virus.

Namun, semua itu bukan bentuk pengobatan. Semua adalah ikhtiyar pencegahan. Jika ada tanda yang mengkhawatirkan, silakan segera hubungi tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan komprehensif.

Namun, semua itu bukan bentuk pengobatan. Semua adalah ikhtiyar pencegahan. Jika ada tanda yang mengkhawatirkan, silakan segera hubungi tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan komprehensif.

Jangan coba-coba mengandalkan antibiotik. Sebab virus bukanlah sejenis bakteri. Melainkan hanya bisa dinetralkan saat tubuh kita memiliki daya tahan kuat.

Jangan lupa, kabarkan kepada tenaga medis dengan siapa saja beberapa hari belakangan (kurang lebih 14 hari terakhir) kita berinteraksi, supaya penyebarannya lebih mudah dikendalikan.

Demikian juga apabila telah berinteraksi dengan orang yang di kemudian hari dinyatakan terpapar virus Corona, maka hendaknya melapor kepada tenaga medis untuk dilakukan tindakan yang dianggap perlu.

Selamat berkarya untuk keluarga, bangsa, negara dan agama. Semoga senantiasa sehat lahir dan batin, sukses dunia - akhirat dan istiqomah fi thoatillah..

Sumber : Status Facebook Shuniyya Ruhama

Friday, March 6, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: