Vaksinasi yang Tetap Pro Kontra

ilustrasi
Oleh : Erta Priadi Wirawijaya
Ternyata program vaksinasi di beberapa negara terhambat keengganan warganya untuk vaksinasi. Hal serupa tampaknya perlu diwaspadai juga di Indonesia hingga akhirnya timbul wacana agar masyarakat mau di vaksinasi diberikan insentif bebas jalan-jalan tanpa PCR.
Saya tidak setuju dengan insentif sertifikat bebas bepergian tanpa screening untuk yang sudah di vaksin. Karena di vaksin itu tidak membuat seseorang kebal 100% sehingga virus mental ngga bisa masuk tubuh anda. Vaksin membuat anda kebal dalam artian ketika ada terkena virusnya kemungkinan anda sakit dan meninggal karena COVID19 jauh menurun. Kena virus SARS COV2 cukup istirahat dirumah, sembuh sendiri tentunya berbeda dengan harus dirawat di RS berminggu-minggu atau bahkan meninggal.
Mereka yang sudah di vaksin masih bisa terkena dan masih bisa menularkan ke orang lain yang rentan. Jadi untuk anda yang sudah di vaksin anda tetap harus bertanggung jawab menjaga protokol kesehatan karena orang disekitar anda bisa jadi belum kebal dan rentan sakit parah karena COVID19. Kalau sebagian besar masyarakat kita sudah di vaksin kasus COVID19 yang perlu dirawat akan drastis, biaya yang harus dikeluarkan untuk mengobati menurun drastis. Ini sesuatu sesuatu yang positif yang memungkinkan kita semua hidup normal lagi.
Soal vaksinasi di wajibkan saya rasa tidak perlu, seiring waktu pasti banyak yang buat aturan masuk negara/daerah tertentu harus di vaksin dulu. Seperti halnya umrah dan haji, nanti juga saya yakin mau masuk KSA harus vaksinasi dulu, hal serupa pasti diterapkan tiap negara. Perlahan tapi pasti cakupan vaksinasi pada akhirnya akan luas juga. Tapi masalahnya kalau prosesnya perlahan ya pandemi ini semakin lama terkendali, semakin banyak korbannya, semakin besar biaya yang harus dikeluarkan untuk menanggulangi pandemi, dan semakin hancur perekonomian kita. Jadi kalau ada insentif agar masyarakat mau vaksinasi sih saya setuju.
Saran saja kalau mau animo masyarakat tinggi soal vaksinasi bisa diberikan insentif lain berupa undian berhadiah. Misal tiap vaksin itu kan ada nomer serinya, tiap orang yang sudah di vaksinasi datanya dicatat vaksin nomer sekian untuk siapa. Buat saja program undian, bagi yang beruntung mendapatkan nomer seri vaksin sekian, bisa dapat uang 5M misalnya. Saya rasa itu akan lebih efektif ketimbang buat program sertifikasi bebas bepergian tanpa screening.
Sumber : Status Facebook Erta Priadi Wirawijaya
Thursday, January 21, 2021 - 09:00
Kategori Rubrik: