Vaksinasi Presiden Sempurna dan Tak Perlu Diulang

ilustrasi
Menjawab Tudingan Ngawur Dokter Sepi Job Taufiq Muhibbudin Waly
oleh : Rofiq Al Fikri (Koordinator Jaringan Masyarakat Muslim Melayu /JAMMAL)
Dari kemarin saya dihubungi rekan-rekan dokter yang menjadi pengurus IDI untuk membantu menyampaikan bahwa ada informasi sesat yang disampaikan orang yang MENGAKU DOKTER bahwa vaksinasi yang dilakukan oleh Presiden Jokowi perlu diulang karena gagal. Pernyataan sesat itu disampaikan oleh seorang yang mengaku berasal dari Cirebon dr. Taufiq Muhibbudin Waly yang entah bahkan banyak pengurus IDI tidak mengenal siapa dia.
Yang dijelaskan Taufiq itu seolah akademis dan expert karena menggunakan istilah-istilah medis yang banyak orang tidak tahu, jadi bagi orang awam yang membaca pasti mengira apa yang ditulis itu benar dan logis, seperti jarum yang tidak menembus otot presiden karena kurang lurus, split, dll. Padahal apa yang disampaikannya hanyalah halusinasi yang justru menunjukkan rendahnya pengalaman dan kemampuannya jika memang dia orang medis.
Saya dikirimi sreenshoot grup WA pengurus IDI. Terkait info sesat dari Taufiq tersebut jawabannya:
1. Ukuran jarum yang digunakan sudah akan membuat suntikan mencapai intra muskular (otot), jadi sudut suntikan tidak masalah.
2. Suntikan kedua adalah booster, tidak menimbulkan ADE.
3. Tidak perlu mengulang suntikan menjadi 3 kali.
4. Penyuntikan vaksin untuk memperpanjang perlindungan vaksin tidak perlu dilakukan, yang penting melakukan Prokes yang benar.
Kalau urusan vaksinasi presiden itu sudah clear dan tidak masalah secara medis, maka ada baiknya kita cari tahu siapa Taufiq Muhibbudin Waly? Agar ke depan jika ada informasi dari dia kita bisa menganggapnya angin lalu atau gurauan seorang dokter yang mungkin sepi job dan sedang cari perhatian.
Kalau dari pemberitaan nama Taufiq Muhibbudin Waly banyak tercantum di media-media online bodrex tidak terkenal (tidak terdaftar di dewan pers karena tidak kredibel), isinya antara lain menolak divaksin, menghujat Sinovac, bahkan menolak rapid. ucapannya seolah ahli virus, dokter spesialis ilmu virologi. Ia juga menyurati IDI yang konon rekan sejawatnya. Pertanyaannya, kalau dia memang dianggap dokter oleh IDI kenapa ia harus membuat surat terbuka segala agar direspon? Kenapa tidak menyampaikan langsung sebagai sesama dokter, kecuali memang keilmuwan Taufiq tidak dianggap di kalangan dokter bahkan dianggap sesat.
Jika ditelusuri di web DIKTI, nama Taufiq Muhibbudin Waly adalah pengajar profesi dokter di Universitas Swadaya Gunung Jati dengan spesialis penyakit dalam BUKAN ahli VIRUS, syaraf, atau darah seperti dokter yang menyuntikan vaksin ke Presiden Jokowi, dokter yang bahkan direkomendasikan oleh para dokter di Singapura (Singapura terkenal akan kehebatan dunia medisnya). Jadi, jika kita percaya terhadap Taufiq yang hanya mengajar di universitas yang tidak pernah kita dengar namanya, apalagi kita juga tidak pernah mendengar dia praktik di Rumah Sakit mana, maka sama saja kita percaya pada dokter yang promosi klinik tongfang.
Terakhir, terkait Sinovac yang dibilang vaksin terlucu, itu pun menunjukkan kedangkalan keilmuwan di dunia medis. Karena faktanya, bahkan di Singapura warganya lebih memilih untuk tidak divaksin Pfizer dan menunggu agar divaksin Sinovac saja karena dianggap lebih aman.
Keamanan Sinovac dibanding vaksin lain memang lebih teruji, karena di antara yang lain perusahaan Sinovac adalah yang paling lama bergerak di bidang vaksin.
Salah satu produk pertama Sinovac merupakan vaksin Hepatitis A bernama Healive yang diciptakan ilmuwan-ilmuwan Cina pada 1999. Vaksin-vaksin buatan Sinovac telah menggenggam sertifikat cGMP dari otoritas Cina. Sebelum 2020, Sinovac tengah mengembangkan vaksin untuk Ensefalitis Jepang (infeksi otak), SARS, dan H5N1.
Jadi, sekali lagi jangan asal serap dan sebar info, apalagi info dari Taufiq Muhibbudin Waly seorang mengaku dokter yang lebih bangga viral karena dijadikan sumber berita bagi para buzzer anti pemerintah yang antivaksin dan ingin menjerumuskan rakyat Indonesia. Bertaubatlah, Allah tidak suka orang yang membuat kerusakan, dr. Taufiq.
Sumber : Status Facebook Rofiq Al Fikri
Saturday, January 16, 2021 - 13:30
Kategori Rubrik: