Vaksin Pfizer 95% Efektif Lawan Covid, Bagaimana Menghitung Angka 95%?

ilustrasi
Oleh : Hadi Susanto
Kata orang ilmu kesehatan, seharusnya judul di atas tidak memakai kata 'efektif', tapi 'efikasi[f?]' dari kata sifat dalam Bahasa Inggris efficacious. Sebetulnya keduanya sama-sama berarti manjur. Bedanya di mana? Gampangannya, kalau efektif berarti vaksin itu manjur untuk masyarakat banyak dalam lingkungan sehari-hari, sedang efikasif itu baru terbukti manjur terhadap orang-orang yang dijadikan percobaan dalam lingkungan yang diawasi.
Tapi berikut ini kita akan abaikan perbedaan istilah tadi.
Vaksin Pfizer 95% Efektif Lawan COVID-19. Berita pertengahan November 2020. Dunia gembira! Beritanya muncul di mana-mana. Sampai-sampai di Indonesia muncul gerakan emoh vaksin kalau gak Pfizer. Padahal waktu itu baru klaim angka saja. Laporan lengkapnya sendiri baru terbit 31 Desember 2020 kemarin (lihat referensi).
Dalam paper dilaporkan, percobaan vaksin menggunakan 43.448 peserta yang mendapat suntikan. 21.720 orang di antaranya mendapat suntikan vaksin, dan sisanya (21.728 orang) mendapatkan suntikan plasebo. Dari yang divaksin, 8 orang (atau 0.037%) terjangkit COVID, sementara dari yang disuntik plasebo ada 162 orang (atau 0.746%) yang jadi sakit. Prosentase yang sakit itu disebut juga dengan 'tingkat serangan penyakit' (disease attack rate).
Lalu bagaimana dapat angka 95% kemanjuran?
Selisih tingkat serangan COVID antara yang divaksin dan yang tidak adalah (0.746-0.037)%=0.709%. Berarti vaksin Pfizer berhasil menurunkan tingkat serangan COVID sebesar 0.709%. Penurunan daya serang COVID ini relatif terhadap tingkat serangan COVID tanpa vaksin adalah 0.709% / 0.746% = 0.9506 atau sekitar 95%. Ini angka efikasi vaksin Pfizer.
Demikian kurang lebihnya. Mudah-mudahan dapat memberi gambaran ketika mendengar istilah angka efikasi.
Kita masih menunggu efektivitas SINOVAC. Saya sendiri sudah 2x vaksin SINOPHARM. Sama-sama produk Cina: SINOVAC milik swasta, SINOPHARM milik negara. SINOPHARM diklaim punya efikasi sekitar 80%. Laporan lengkapnya? Kita masih menunggu terbitnya di jurnal juga.
Referensi:
Polack et al., Safety and Efficacy of the BNT162b2 mRNA Covid-19 Vaccine, The New England Journal of Medicine 383(27), 2603-2615 (2020), https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa2034577
 
Sumber : Status Facebook Hadi Susanto
Thursday, January 7, 2021 - 12:00
Kategori Rubrik: