Vaksin Nusantara, Ojo Gumunan, Ojo Kagetan, Ojo Getunan

ilustrasi
Oleh : Budi Santosa
Mantan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto dikabarkan menjalin kerjasama dengan Aivita Biomedical Corporation AS, Universitas Diponegoro, dan RS Kariadi Semarang, memprakarsai pembuatan vaksin Covid-19 Nusantara.
Seperti dilaporkan Kompas TV, Terawan menjelaskan bahwa vaksin Nusantara menggunakan bahan serum darah dari masing-masing individu. Vaksin Nusantara ini merupakan vaksin personal berbasis sel dendritik (dendritic cell).
Namun beda dengan vaksin lainnya yang bisa disuntikkan kepada siapapun, vaksin Nusantara ini hanya bisa diberikan per individu. Jadi penerima harus diambil darahnya terlebih dahulu. . Sel darah merah dipisahkan, sel darah putih juga dihilangkan. Para ahli hanya berusaha menumbuhkan sel prekursor dendritik
Sebagaimana penjelasan ahli biologi molekuler Indonesia, Ahmad Utomo kepada Kompas TV dapat disimpulkan cara kerja pembuatan vaksin Nusantara:
1. Sel dendritik diambil dari dalam tubuh, kemudian memasukkannya lagi. Cara mengeluarkan sel dendritik, ahli akan mengambil darah orang yang akan divaksin.
2. Usai diambil darahnya, penerima diperbolehkan pulang agar ahli dapat menumbuhkan sel dendritik di laboratorium. Di dalam darah ada berbagai macam sel, dari sel darah merah, sel darah putih, termasuk sel prekursor dendritik.
3. Para ahli kemudian akan menumbuhkan sel prekursor dendritic di cawan laboratorium menjadi sel dendritic dengan senyawa khusus selama 2-3 hari. Pada masa itu, sel yang dikembangkan diberi antigen yang bisa mengenali virus Covid 19.
4. Setelah dewasa, sel itu disuntikkan kembali ke pasien.
5. Vaksin Nusantara tidak bisa diberikan massal. Satu orang satu vaksin. Karena itu, it is encouraging to know bahwa jika sudah disetujui, pak Terawan bilang bisa buat 10 juta vaksin nusantara. Ini kerja besar. Karena akan ada 10 juta orang yang harus diambil darahnya satu persatu.
Harga :
1. Kompas TV memberikan harga vaksin Nusantara harganya 140 ribu yang mengundang decak kagum para ilmuwan.
2. Ahmad Utomo mengatakan : ini menarik sekali. Saat teman-teman ilmuwan mengetahui harga ini, mereka cuma bisa bilang W-O-W. Karena amazing, kecuali ada yang subsidi,
3. Mengapa demikian ? Karena metode dentitik sangat rumit dan sebenarnya dipakai imunoterapi penyakit kanker. Untuk satu pasien biayanya sekitar 1 milyar. Jadi jika harganya bisa ditekan 140 ribu maka itu sangat mengagumkan.
***
Meski kelihatan kontroversial, tentu kita berharap Vaksin Nusantara ini akan bisa diproduksi dan bisa digunakan untuk mendukung keinginan kuat pemerintah keluar dari krisis Covid 19.
Tahap uji klinis sedang berlangsung. Jika sudah diselesaikan akan didaftarkan di WHO kemudian BPOM akan memberikan izin pemakaian darurat.
Jika semua izin didapat, Indonesia mendapat nama harum karena bisa memproduksi vaksin sendiri dan lain dari pada yang lain.
Bahkan antigennya bisa diubahsuai untuk penyakit bukan Covid 19.
Sementara kita menantikan dengan penuh harap, kita kembali pada alam nyata.
Dengan mengacu vaksin yang sudah ada. Yakni vaksin Sinovac buatan China yang kini diproduksi lokal serta sebentar lagi Vaksin Merah Putih yang bisa dipakai untuk vaksinasi massal.
Jangan pula heran jika vaksin Nusantara mungkin tidak gratis. Dan mungkin juga tidak murah...
Dari itu adalah bijak mengikuti perkembangan pembuatan vaksin Nusantara ini dengan sewajarnya.
Ojo gumuman. Ojo kagetan, Ojo getunan.
Jangan gampang kagum
Jangan gampang kaget
Jangan gampang kecewa
Jangan marah-marah lah intinya :
Telaah kritis soal Vaksin Nusantara sila baca link dibawah ini dengan kepala dingin :
Sumber : Status Facebook Budi Santosa
Sunday, February 21, 2021 - 09:15
Kategori Rubrik: