Ustadz Yusuf Mansur dan Jokowi

ilustrasi

Oleh : Mamang Haerudin
Saya sedang tidak mengada-ada. Entah apresiasi apa yang harus saya ungkapkan. Hari ini Presiden Jokowi mempersembahkan video ucapan selamat Milad ke 1 untuk Institut Daarul Qur'an (Idaqu), salah satu dari tiga kampus yang didirikan Ust Yusuf Mansur dan PPPA Daarul Qur'an. Bayangkan sekelas Presiden kok bisa-bisanya mengucapkan selamat Milad hanya untuk Idaqu. Padahal baru seumur jagung. Berikut saya screenshot-kan postingan di IG-nya, berikut komentar Gus Hayid, salah satu teman dekat UYM dari Lembaga Dakwah PBNU yang sering dibuat girang bukan kepalang manakala diajak hang out oleh Ust Yusuf Mansur. 

Bukan katanya-katanya. Saya pernah hampir 2 tahun bersama PPPA Daarul Qur'an. Di tengah badai hujatan kepada Ust Yusuf Mansur, semakin dihujat eh justru semakin hebat. Belum lama ini PBNU melakukan konferensi pers terkait penolakan Perpres tentang investasi Miras, bersama Gus Miftah dan Pak Helmi Faishal Zaini (Sekjend PBNU), berhasil "mengondisikan" Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj untuk juga turut mengeluarkan statement penolakan. Dan hasilnya dahsyat, kurang dari 24 jam Perpres itu lampirannya dicabut. Dan Presiden Jokowi yang bicara langsung. 

Belakangan sedang ngetren edukasi saham. Tak kurang dari Lembaga Dakwah PBNU atas gebrakan Ust Enha juga membuat acara edukasi saham untuk kalangan santri dan Nahdliyin, lagi-lagi Ust Yusuf Mansur yang jadi ujung tombak inspirasinya. Saya seumur-umur belajar, sampai Perguruan Tinggi, fokus pada Ekonomi Koperasi, sama sekali asing dengan saham. Makhluk apa saham itu. Baru setahunan ini saya baru paham betapa pentingnya investasi saham. Dan saya yakin banyak umat Muslim kita yang tidak paham dan takut soal saham. 

Menang banyak. Ini apresiasi yang sering saya sematkan kepada Ust Yusuf Mansur atas talentanya yang sangat multi. Betapa berharganya Ust Yusuf Mansur di mata Presiden Jokowi. Ust Yusuf Mansur bisa akur dengan siapa saja tanpa tedeng aling-aling, di tengah kuatnya politik identitas masing-masing pihak. Di tengah kuatnya zona nyaman masing-masing pihak. Untuk sementara ini hanya Ust Yusuf Mansur satu-satunya orang yang dianggap tokoh agama tetapi networking-nya nyambung dengan siapa saja. Sehat dan sukses selalu untuk Ust Yusuf Mansur dan Presiden Jokowi. 
Salam, 
Sumber : Status Facebook Mamang M Haerudin (Aa).

Sunday, March 7, 2021 - 13:00
Kategori Rubrik: