Ustadz Yang Benar Pantang Provokasi

Oleh: Wahyu Sutono

 

Ustaz atau sering dieja Ustad dan Ustadz (Bahasa Arab: الأستاذ al-`Ustāż); (Bahasa Persia: استاد Ustaad) adalah kata dalam bahasa Indonesia yang bermakna pendidik. Kata ini diserap dari bahasa Arab dan Bahasa Persia dari kata, pelafalan dan makna yang sama yaitu guru atau pengajar.

Dari definisi tersebut, jelas sekali bahwa sosok 'Pendidik' atau pengajar dibidang keagamaan (Islam) haruslah orang yang bisa jadi panutan dan memiliki ilmu keagamaan yang cukup mumpuni. Sehingga sebagai seorang guru agama harus bisa digugu dan ditiru.

 

 

Karenanya seorang ustaz juga harus berakhlaq baik, dan pandai menjaga lisannya, serta jauh dari perilaku yang bersifat kebohongan, terlebih yang bersifat provokasi. Ia juga harus bisa jadi peneduh saat terjadi suasana yang panas, dus bukan justru ikut ngomporin.

Seperti halnya sosok Tengku Zulkarnain yang mengaku ustaz, kerap sekali ceramah atau membuat cuitan yang sama sekali tak mencerminkan ulama, karena isinya kerap justru bertentangan dengan tujuan dakwah.

Seperti yang baru saja terjadi, ia mengatakan bila negara ini bejat, karena memfasilitasi alat kontrasepsi bagi remaja yang akan melakukan hubungan badan. Namun setelah diprotes berbagai pihak karena itu adalah hoax, lalu ia dengan mudahnya meminta maaf.

Pertanyaannya:

1. Pantaskah orang seperti ini mengaku ustaz?

2. Mengapa aparat hukum belum memanggil yang bersangkutan, terkait dengan hoax ini, serta cuitan-cuitan lainnya?

 

(Sumber: Facebook Wahyu Sutono)

Friday, March 15, 2019 - 08:30
Kategori Rubrik: