Ustadz Peli

ilustrasi

Oleh : La Lie Izzin

Tulisan saya 5 tahun lalu yang mengolok-olok ustadz dadakan pengasong khilafah Felix Siauw akhirnya terbukti bahwa ternyata ustadz pengasong khilafah ini memang ustadz otodidak yang kurang dasar ilmu. Walaupun ustadz dadakan, namun karena pengasong khilafah dan anti pemerintah maka jamaah horenya lumayan banyak. Makanya kemudian saya menulis kontra narasi dalam bentuk satire untuk mengolok-olok ustadz pengasong khilafah ini.

Saat itu saya menulis satire tentang ustadz Felix Siauw dan menyandingkan foto dia dengan foto saya untuk mengolok² ustadz dadakan pengasong khilafah ini. Threadnya saya kasih judul ustadz Phe Liex vs ustadz Phe Lie. Saya menulis namanya sebagai ustadz Phe Liex Siauw sebagai nama plesetan dari Felix Siauw. Dan saya menyebut diri saya sebagai ustadz Phe Lie Liauw, kependekan dari nama A Lie Fe Phe Lie Han Tao Lao (Arief Prihantoro).

Sejak itu teman² FB memanggil saya ustadz Phe Lie atau ustadz Peli. Sampai sekarang masih banyak yg memanggil saya ustadz. Banyak yg mengira saya ustadz beneran, tanpa tahu sejarahnya yang berawal dari tulisan di thread tersebut. Walaupun demikian saya sering mengklarifikasi, baik lewat inbox ataupun lewat komen. Bahkan kadang² saya perlu mengklarifikasi saat kopdar.

Ada lagi tulisan satire saya tentang Ustadz Bersertifikat untuk mengolok-olok para ustadz dadakan penebar kebencian. Dan ternyata banyak yang yakin bahwa saya adalah ustadz bersertifikat beneran.

Yang lucu, beberapa minggu yang lalu saat ada acara pertemuan Kagama, ada salah satu kawan senior yg mengira saya ustadz beneran. Tidak perlu saya sebut namanya, paling nanti juga muncul sendiri di kolom komentar. Saya didapuk sebagai ustadz dalam pertemuan tersebut. Sampai saya perlu memberikan klarifikasi dan menjelaskan bahwa saya bukan ustadz. Dan saya jelaskan sejarah panggilan tersebut. Kalaupun mau diartikan ustadz dalam artian sebagai guru secara umum ya silahkan saja, sak karepmu, ora urus

Kembali ke ustadz Phe Liex. Sejak medsos booming di Indonesia, banyak bermunculan ustadz dadakan semacam ustadz Phe Liex Siauw yang memanfaatkan medsos sebagai media dakwah. Bahkan Jonru Ginting juga mendadak menjadi ustadz medsos sejuta umat, walaupun tidak jelas dia pernah nyantri dimana. Banyak pula orang-orang yang baru mualaf beberapa tahun lalu mendadak menjadi ustadz medsos dan menebar kebencian terhadap agama yg telah ditinggalkannya. Bahkan ada pula salah satu ulama MUI yg sangat populer di medsos akhir2 ini diduga gelar akademiknya juga palsu. Ada pula ustadz medsos yang ternyata DOan dari pondok pesantren karena terkena kasus. Ustadz dadakan mantan penjaja pembalut wanita juga ada. Pokoknya beraneka warna lah.

Nggak ada yang melarang sih kalau mau dakwah. Mau dakwah ya monggo² saja. Mau beramal ilmu ya monggo² saja. Tetapi jika baru beberapa tahun ngaji lalu mendadak jadi ustadz serta berdakwah lewat medsos dan dalam dakwah tersebut sering diselipin ujaran-ujaran kebencian kepada liyan, ya nanti dulu. Dakwah² semacam itu bisa meracuni sebagian umat Islam yang masih lugu-lugu dan sedang haus ilmu. Jika dakwah kebencian ini kemudian meracuni banyak umat ya jangan salahkan pihak lain jika kemudian banyak yang membuat konter narasi untuk melawannya, karena merasa prihatin dengan dakwah-dakwah kebencian semacam itu yang akhirnya menjadi viral dan menimbulkan rasa saling curiga dan rasa saling benci antar umat beragama. Dan yang melakukan konter narasi biasanya langsung mendapat label pembenci Islam.

Saya membuat konter narasi bukan baru sebulan dua bulan. Sudah sejak awal-awal FB dan sejak saya bergabung di salah satu Grup FB alumni 10 tahun yang lalu. Awal saya punya akun FB tahun 2007. Saya bergabung dengan Grup FB alumni tahun 2010. Bukan sekali dua kali orang marah pada saya. Bukan sekali dua kali saya membully orang lain gara-gara ujaran kebencian yg mereka sebarkan lewat medsos. Dan bukan hanya lewat Grup FB saja saya melakukan konter narasi. Ada yg di Grup WA, Grup BBM, Grup Telegram, milis, dll.

Ketika pertama kali membaca tulisan²nya ustadz Phe Liex saya sudah menduga ustadz dadakan pengasong khilafah ini pada saatnya akan tersandung dan terbongkar kengawurannya. Saking penasarannya saya pada dia, saya sampai pernah beli salah satu buku karya ustadz Phe Liex.

Olok-olok ustadz Phe Liex tentang Pancasila dalam salah satu dakwahnya belum lama ini semakin membuat saya yakin bahwa ustadz dadakan ini sebentar lagi tersandung. Eh benar, ustadz Ahmad Ishomuddin akhirnya membongkarnya.

Setelah kekeliruan ustadz Phe Liex dibongkar apakah lantas dia akan berhenti dan introspeksi serta jamaah horenya akan berkurang krn baru menyadari telah berguru pada ustadz yg keliru ? Saya yakin tidak, pemuja butanya saya yakin akan tetap banyak. Dan saya yakin pula ustadz Ahmad Ishomuddin bakal dapat serangan balik dari para jamaah hore dan pemuja ustadz Phe Liex Siauw yg memang bikin urusan semakin pelik.

Wassalam

Sumber : Status Facebook La Lie Izzin

Sunday, July 5, 2020 - 12:00
Kategori Rubrik: