Ustadz Junior Hingga Perang Lawan China

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Sekelas Engkong Haji Dul kalau bicara tentang Cina, pasti yang dia ingat G-30 S PKI. Mau sampai kapan pun pokoknya di kepala Beliau, Cina itu PKI dan PKI itu pembantai umat Islam. Maka Cina itu pembantai berdarah yang wajib diperangi. Sesederhana itu jalan berpikirnya.

Barangkali sisa-sisa peristiwa tahun 1965 itu masih terus saja melekat di benak oma opa selevel Engkong Haji Dul itu.

Dan tidak sedikit yang selevel mereka, kini sudah pada jadi kiyai kharismatik dengan jamaah bejibun ampe tumpe-tumpe. Maka di mata umatnya itu pun tercetak stigma, bahwa semua sipit itu Cina dan semua Cina itu PKI, dan semua PKI itu kudu dibantai, wajib diperangi, musti dibasmi, musti dibejek-bejek.

Kalau nggak digituin nanti PKI bangkit lagi. Memangnya ente mau nanti gantian kita semua umat Islam yang akan disembelih kayak kambing korban? Begitu ceramah Engkong tiap hari.

Materi dan doktrin macam itu selalu terucap dan terulang-ulang terus, bahkan jadi materi para ustadz juniornya di semua pengajian, tabligh akbar, liqo', ceramah, kajian keislaman, hingga obrolan santai di warung kopi. Dan semua jamaah pun mengangguk-angguk mengamini.

Buat para ustadz junior itu, ilmu-ilmu keislaman tidak harus terlalu mendalam, nggak paham ayat Quran atau hadits nggak apa-apa, yang penting hajar Cina sambil maki-maki pemerintah. Lho kok pemerintah kena sasaran?

Soale pemerintah kita dianggap temannya PKI. Gara-garanya sudah main mata sama China. Berarti pemerintah kita itu kafir dan wajib diperangi juga. Ustadz kecil-kecil cermah beginian sudah kayak wiridan, tiap hari dan tiap saat. Memang modal materinya cuma itu itu saja.

Tapi . . .

Engkong Haji Dul lupa, tasbih dan sejadah yang selalu dia pakai buat shalat itu di mereknya tertulis : Made in China.

Saya tidak tahu kenapa tidak diharamkan? Apa karena nggak kelihatan di matanya? Atau karena hadiah oleh-oleh haji, jadi mungkin dalam pikirannya, nggak apa-apa dan sah-sah saja pakai 'produk PKI pembantai umat Islam'?

Soalnya di Saudi sendiri barang-barang yang dia tuduh sebagai 'produk PKI Cina kafir' itu banyak banget. Bus-bus yang mengantar jemput jamaah sekarang ini kebanyakan impor dari China, termasuk buah-buahan, makanan sampai coklat, berbagai barang elektronik, pakaian, dan nyaris semua oleh-oleh haji rata-rata produk China.

Kalau memperhatikan betapa si Engkong itu sangat anti PKI dan China, seharusnya semua itu haram dibeli dan dipakai. Sebab logikanya semua Cina adalah PKI dan PKI pembantai umat Islam. Seharusnya semua produk China haram, karena kita ikut memperkuat ekonomi 'negara pembantai umat Islam'.

Ditambah lagi kenapa pemerintah Saudi malah membuka kran impor dari negara sekafir-kafirnya itu? Malah berinvestasi pula? Harusnya kan kirim pasukan jihad ke China untuk menggempur sarang kekafiran dan membela muslim Uigur.

Kenapa pemerintah Saudi yang terang-terangan kerjasama dengan China dan Amerika nggak kita kafirkan juga?

Kalau saya tanyakan ke Engkong Haji Dul kayak gitu, dia geleng-geleng kepala. Tauk ah, gitu jawabnya.

Rada puyeng kayaknya Beliau itu. Hehe

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Thursday, February 20, 2020 - 08:00
Kategori Rubrik: